Pencarian

DPRD Berau Usulkan Kampung Balikukup Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih, Target Putus Rantai Tengkulak

Kamis, 02 Juli 2026 • 20:48:32 WIB
DPRD Berau Usulkan Kampung Balikukup Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih, Target Putus Rantai Tengkulak
DPRD Berau mengusulkan Kampung Balikukup masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih untuk memutus rantai tengkulak.

TANJUNG REDEB — Ketergantungan nelayan Kampung Balikukup terhadap tengkulak sudah berlangsung puluhan tahun. Ikan hasil tangkapan harus dijual dengan harga murah karena nelayan tidak punya akses ke pasar maupun modal sendiri. DPRD Berau menilai satu-satunya jalan keluar adalah memasukkan kampung itu ke dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah pusat.

Mengapa Nelayan Balikukup Sulit Lepas dari Tengkulak?

Persoalan klasik di kampung nelayan ini adalah permodalan. Sebagian besar nelayan tidak memiliki kapal sendiri, melainkan hanya awak yang menggantungkan hidup pada juragan darat. Juragan inilah yang kemudian menjual hasil tangkapan ke tengkulak dengan harga yang sudah ditentukan sepihak.

Akibatnya, nelayan hanya menerima upah harian yang pas-pasan. Saat musim paceklik, mereka justru berutang pada tengkulak untuk kebutuhan sehari-hari. Sistem ini berulang tanpa ada celah bagi nelayan untuk keluar dari jeratan itu.

Apa Itu Program Kampung Nelayan Merah Putih?

Program ini merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun ekosistem perikanan yang terintegrasi di kampung-kampung nelayan. Fokusnya bukan sekadar bantuan kapal atau alat tangkap, melainkan pembangunan cold storage, tempat pelelangan ikan (TPI), serta akses pembiayaan ke perbankan.

Jika Kampung Balikukup lolos seleksi, nelayan di sana bisa menjual ikan langsung ke TPI dengan harga mengacu pada pasar regional. Mereka juga akan difasilitasi kredit usaha rakyat (KUR) tanpa agunan berat. Dengan begitu, rantai tengkulak bisa dipotong dari hulu ke hilir.

DPRD Berau: Sudah Waktunya Intervensi Negara Hadir

Wakil Ketua DPRD Berau, Syahrani, mengatakan usulan ini sudah disampaikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Berau. Menurutnya, selama ini nelayan kecil selalu menjadi pihak yang paling dirugikan dalam sistem perdagangan ikan di daerah.

"Kampung Balikukup itu potensinya besar, tapi nelayannya tidak pernah menikmati harga layak. Kami dorong agar pemerintah pusat turun tangan lewat program ini," ujar Syahrani dalam rapat dengar pendapat beberapa waktu lalu.

Bagaimana Nasib Ratusan Nelayan Jika Program Terealisasi?

Jika program berjalan, nelayan tidak lagi bergantung pada tengkulak untuk menjual ikan. Mereka bisa menyimpan hasil tangkapan di cold storage yang disediakan negara, menunggu harga membaik sebelum menjual. Selain itu, TPI akan menjadi satu-satunya pintu jual-beli yang transparan.

DPRD Berau menargetkan usulan ini masuk dalam daftar prioritas program nasional pada tahun anggaran 2026 mendatang. Saat ini, tim dari pemkab masih melakukan verifikasi data jumlah nelayan dan potensi tangkapan di Kampung Balikukup.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Program Kampung Nelayan Merah Putih

Apakah Program Kampung Nelayan Merah Putih hanya untuk kampung pesisir?
Tidak. Program ini menyasar kampung nelayan di seluruh Indonesia, baik di pesisir maupun di daerah perairan darat seperti danau dan waduk. Syarat utamanya adalah memiliki potensi perikanan tangkap yang aktif.

Berapa banyak kampung yang sudah masuk program ini?
Hingga akhir 2025, KKP mencatat lebih dari 200 kampung nelayan di 34 provinsi telah masuk dalam program ini. Targetnya, pada 2029 akan ada 1.000 kampung nelayan yang terintegrasi dengan ekosistem perikanan nasional.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks