SAMARINDA — Tumpukan sampah di Kalimantan Timur setiap tahunnya mencapai 881.462 ton, dan ironisnya, komponen terbesarnya berasal dari sisa makanan konsumsi warga. Angka ini mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim melalui DPTPH untuk mengoptimalkan Platform Setop Boros Pangan sebagai alat mitigasi limbah pangan.
"Inisiatif strategis ini menjadi langkah konkret daerah untuk menyelamatkan pangan layak konsumsi agar tidak terbuang sia-sia, sehingga ketahanan gizi masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan," ujar Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Kamis.
Potensi Kerugian Negara Capai Rp 213 Triliun per Tahun
Skala pemborosan pangan di tingkat nasional tidak kalah mengkhawatirkan. Data yang dihimpun menunjukkan potensi kerugian ekonomi negara akibat limbah makanan ditaksir mencapai Rp 213 triliun per tahun. Angka ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat.
Fahmi menekankan bahwa melalui pencatatan dan pelaporan terpadu pada platform digital ini, pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk memonitor, mengevaluasi, serta menyelamatkan pangan berlebih agar bisa langsung dimanfaatkan kembali. "Kita memiliki dasar kuat untuk memonitor, mengevaluasi, serta menyelamatkan pangan berlebih agar bisa langsung dimanfaatkan kembali," tegasnya.
Sinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis
Langkah menjaga lingkungan ini tidak berjalan sendiri. DPTPH menyelaraskannya dengan ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pasokan makanan terdistribusi secara efisien. Fahmi menegaskan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi nasional tidak hanya dinilai dari seberapa besar porsi yang disajikan.
"Tetapi dari seberapa cermat kita memastikan tidak ada satu pun bahan pangan bernutrisi yang terbuang percuma," tuturnya.
SPPG Jadi Garda Terdepan di Pelosok Daerah
Untuk memastikan mitigasi limbah ini berjalan optimal hingga ke pelosok, pemerintah memaksimalkan peran personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh kabupaten dan kota. Mereka ditempatkan sebagai garda terdepan pengawasan distribusi dan konsumsi pangan.
Fahmi optimistis, lewat sinergi pengelolaan pangan yang efisien, Kaltim siap mewujudkan perbaikan kualitas gizi warga sekaligus mengukuhkan ketahanan ekosistem pangan yang tangguh dan ramah lingkungan. "Kita siap mewujudkan perbaikan kualitas gizi warga sekaligus mengukuhkan ketahanan ekosistem pangan Kaltim yang tangguh dan ramah lingkungan," pungkasnya.