BALIKPAPAN — Hasil survei SMRC bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” yang dipaparkan melalui kanal SMRC TV mengungkap pergeseran sentimen publik yang signifikan dalam waktu relatif singkat. Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyatakan penurunan tingkat kepuasan ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Angka Ketidakpuasan Melonjak Hingga 46,9 Persen
Survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 itu juga mencatat peningkatan tajam jumlah responden yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Angkanya naik dari 16 persen pada November 2025 menjadi 46,9 persen pada Juli 2026. Secara rinci, hanya 4,8 persen responden yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, sementara 46,3 persen cukup puas. Di sisi lain, 35 persen responden mengaku kurang puas dan 11,9 persen menyatakan tidak puas sama sekali.
Ekonomi dan Penegakan Hukum Jadi Faktor Utama
Menurut Deni, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi dan penegakan hukum menjadi faktor yang paling memengaruhi penurunan tingkat kepuasan tersebut. Selain itu, evaluasi masyarakat terhadap situasi politik secara umum juga turut memengaruhi penilaian terhadap kinerja pemerintahan. “Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujar Deni dalam paparannya.
Metodologi Survei: 749 Responden dan Margin of Error 3,7 Persen
SMRC melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon terhadap 83,8 persen responden dan wawancara tatap muka terhadap 16,2 persen responden. Survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen, sehingga selisih angka minimal 7,4 persen dinilai signifikan secara statistik. Survei dilakukan untuk mengukur persepsi publik terhadap kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, dan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.***