SAMARINDA — Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Timur berkurang 1,40 ribu orang dalam enam bulan terakhir. Berdasarkan data BPS Kaltim, total penduduk miskin per Maret 2026 tercatat 200,64 ribu orang, turun dari 202,04 ribu orang pada September 2025.
Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai mengungkapkan penurunan ini tidak lepas dari kinerja ekonomi daerah yang tumbuh positif. Sektor perdagangan serta reparasi mobil dan sepeda motor menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kaltim sebesar 2,99 persen pada triwulan pertama 2026.
Pengangguran Turut Menurun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat
Faktor lain yang berkontribusi adalah membaiknya pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 turun 0,06 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Selain didukung perdagangan serta reparasi mobil dan sepeda motor, sektor lain yang turut mendukung adalah tingkat pengangguran pada Februari 2026 turun 0,06 persen ketimbang Februari 2025 akibat terserap di sejumlah lapangan kerja," ujar Mas'ud Rifai di Samarinda, Senin.
Garis Kemiskinan Kaltim per Maret 2026: Rp935.662 per Kapita
BPS menetapkan Garis Kemiskinan (GK) Kaltim pada Maret 2026 senilai Rp935.662 per kapita per bulan. Angka ini menjadi standar untuk menentukan status penduduk miskin di provinsi tersebut.
Komposisinya terdiri dari GK makanan sebesar Rp657.426 atau 70,26 persen, sedangkan GK non-makanan sebesar Rp278.236 per kapita per bulan atau 29,74 persen. Rata-rata rumah tangga miskin di Kaltim memiliki 5,12 orang anggota rumah tangga.
"Ini berarti besarnya GK per rumah tangga miskin sebesar Rp4.790.589 per rumah tangga miskin per bulan," jelas Mas'ud.
Perkotaan Membaik, Perdesaan Justru Naik
Penurunan kemiskinan di Kaltim tidak merata di semua wilayah. Kantong kemiskinan perkotaan menunjukkan perbaikan signifikan, sementara daerah perdesaan justru mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2026 tercatat 4,15 persen, menurun dibanding September 2025 yang sebesar 4,31 persen. Jumlahnya berkurang 3,54 ribu orang, dari 116,95 ribu orang menjadi 113,41 ribu orang.
Kondisi berbeda terjadi di perdesaan. Persentase penduduk miskin naik dari 7,24 persen menjadi 7,42 persen pada periode yang sama. Jumlah penduduk miskin di perdesaan bertambah 2,14 ribu orang, dari 85,09 ribu orang menjadi 87,23 ribu orang.
Meski secara agregat turun, data BPS menunjukkan jika dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin Kaltim justru meningkat 0,93 ribu orang. Hal ini menandakan dinamika kemiskinan masih fluktuatif dan perlu perhatian khusus, terutama untuk wilayah perdesaan.