KALIMANTAN TIMUR — Pengembangan kawasan properti di kota-kota besar tidak lagi sekadar membangun gedung baru. Butuh ekosistem yang saling terhubung, dan itulah yang coba diwujudkan DMS Propertindo lewat Urbanova Edu Hub.
Perusahaan properti ini resmi menggandeng CLIEC, BUMN Tiongkok yang berpengalaman menangani ribuan proyek engineering industri berskala besar di China dan ratusan lainnya di luar negeri. Masuknya CLIEC menjadi penanda keseriusan pengembangan proyek yang berlokasi di atas lahan seluas sekitar 23 hektare ini.
Edu Hub Bukan Sekadar Kawasan Hunian
Konsep Urbanova Edu Hub memang berbeda dari pengembangan properti konvensional. Pendidikan menjadi anchor utama, tetapi aktivitas di dalamnya tidak berhenti di situ. Hunian modern, business hub, event space, hotel, showroom, fasilitas publik, rumah sakit, hingga sekolah internasional dirancang saling mendukung.
Kawasan pendidikan masa depan, menurut DMS Propertindo, membutuhkan ruang untuk bertemu, berdiskusi, bekerja, berolahraga, hingga mengembangkan bisnis. Karena itu, Urbanova tidak membangun ekosistem dari nol, melainkan menghubungkan ekosistem yang sudah ada di sekitarnya.
Investasi Rp 3 Triliun dan Target Operasi 2029
Skala investasi proyek ini cukup besar. DMS Propertindo menyiapkan capital expenditure sekitar Rp 3 triliun untuk pengembangan Urbanova Edu Hub. Kapabilitas CLIEC di bidang engineering industri diharapkan membuat proses pembangunan lebih efektif, menjaga kualitas, dan memastikan target penyelesaian proyek.
Dengan bergabungnya CLIEC, perseroan menargetkan groundbreaking pada akhir September 2026. Pembangunan tahap pertama dijadwalkan selesai pada kuartal IV 2028, dan Urbanova Edu Hub mulai beroperasi pada kuartal I 2029.
Mengubah Wajah Surabaya Timur
Kehadiran Urbanova di Surabaya Timur diprediksi akan mengubah kawasan itu menjadi daerah bernilai ekonomi tinggi. Edu Hub ini bukan hanya kawasan hunian dan komersial baru, melainkan pusat aktivitas yang menggabungkan pendidikan, bisnis, kesehatan, hospitality, dan gaya hidup.
Bagi DMS Propertindo, kolaborasi dengan CLIEC merupakan bagian dari strategi menggandeng mitra global yang memiliki kompetensi, pengalaman, teknologi, dan kapasitas untuk mendukung pengembangan proyek strategis. Hebatnya, transformasi dari ide orisinal Edu Hub hingga mendapat dukungan mitra internasional dengan investasi signifikan ini hanya butuh waktu kurang dari tiga bulan.