Pencarian

Disdikbud Kaltim Buka Pendaftaran PJJ Gratis untuk Anak Putus Sekolah Usia 16-18 Tahun, Ijazah Setara Sekolah Reguler

Kamis, 13 Agustus 2026 • 17:27:31 WIB
Disdikbud Kaltim Buka Pendaftaran PJJ Gratis untuk Anak Putus Sekolah Usia 16-18 Tahun, Ijazah Setara Sekolah Reguler
Pendaftaran program belajar jarak jauh gratis untuk anak putus sekolah usia 16-18 tahun resmi dibuka Disdikbud Kaltim.

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka akses pendidikan alternatif bagi remaja yang tidak sempat menamatkan sekolah menengah. Lewat skema belajar jarak jauh, para peserta didik baru tidak perlu lagi khawatir soal biaya maupun jarak tempuh ke sekolah.

Disdikbud Kaltim menunjuk SMA Negeri 11 Samarinda sebagai sekolah induk penyelenggara program percontohan ini. Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan menyebut inisiatif ini lahir sebagai solusi bagi mereka yang selama ini terhalang hak belajarnya.

"Program rintisan ini kami hadirkan sebagai solusi strategis dan inklusif bagi peserta didik yang terhalang oleh kendala geografis, ekonomi, maupun keterbatasan waktu," kata Rahmat di Samarinda, Kamis.

Ijazah Lulusan PJJ Dijamin Setara Sekolah Reguler

Salah satu kekhawatiran utama calon siswa dan orang tua adalah keabsahan dokumen kelulusan dari sistem sekolah fleksibel. Disdikbud Kaltim memastikan hal tersebut tidak perlu diragukan lagi.

Ijazah yang diterbitkan bagi para lulusan program ini memiliki kedudukan hukum yang sah dan seratus persen setara dengan ijazah yang dikeluarkan sekolah reguler pada umumnya. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi remaja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus mengorbankan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga.

Pendaftaran Gratis, Prioritas untuk Remaja 16-18 Tahun

Pendaftaran peserta didik baru telah dibuka secara luas tanpa dipungut biaya alias gratis. Kuota prioritas diberikan kepada anak-anak yang tercatat putus sekolah pada jenjang menengah dengan rentang usia 16 hingga 18 tahun.

Pihak dinas berharap skema adaptif ini mampu merangkul kembali para remaja untuk meraih masa depan lebih baik. Model pembelajarannya dirancang fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi dan waktu luang masing-masing siswa.

Jaringan Internet dan Listrik Jadi Tantangan di Pelosok

Pemerintah daerah mengakui pemerataan akses jaringan internet serta pasokan listrik di sejumlah wilayah pelosok Kalimantan Timur masih menjadi pekerjaan rumah. Kondisi geografis yang luas dan tersebar membuat tidak semua daerah memiliki infrastruktur digital yang mumpuni.

"Untuk menjawab kendala teknis tersebut, Disdikbud Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan infrastruktur serta menyediakan sarana teknologi pendukung belajar digital mandiri," jelas Rahmat.

Disdikbud juga berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Berbagai pelatihan disiapkan agar para guru mampu menghasilkan bahan ajar digital yang berkualitas, kreatif, dan interaktif, sehingga proses belajar mengajar jarak jauh tetap berjalan efektif.

"Melalui penerapan pembelajaran berbasis teknologi, pemerataan akses pendidikan berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di penjuru Bumi Etam secara berkeadilan," ujar Rahmat.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks