KALIMANTAN TIMUR — Tsunami setinggi 0,36 meter menghantam pesisir Labuan Bajo pada pukul 05.26 WIB, menurut pemutakhiran data BMKG yang diunggah melalui akun media sosial resminya. Sebelumnya, gelombang setinggi 0,19 meter telah terekam di Sikka pada pukul 05.03 WIB, disusul Dompu, Sulawesi Selatan, dengan ketinggian 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.
Peringatan dini ini dipicu oleh gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, NTT, pada Sabtu pagi. BMKG melalui laman resmi Indonesia Tsunami Early Warning System (Inatews) langsung menerbitkan status siaga untuk delapan wilayah yang dinilai paling berpotensi terdampak.
Delapan Wilayah Berstatus Siaga dan Estimasi Waktu Tiba Gelombang
Seluruh wilayah yang masuk daftar siaga mayoritas berada di pesisir utara Pulau Flores dan sebagian Sulawesi Selatan. Estimasi waktu tiba gelombang pertama bervariasi, mulai dari pukul 05.02 WIB hingga 05.46 WIB.
- Manggarai bagian utara, NTT — estimasi tiba pukul 05.02 WIB
- Ngada bagian utara, NTT — estimasi tiba pukul 05.02 WIB
- Manggarai Barat bagian utara, NTT — estimasi tiba pukul 05.03 WIB
- Selayar, Sulawesi Selatan — estimasi tiba pukul 05.04 WIB
- Ende bagian utara, NTT — estimasi tiba pukul 05.05 WIB
- Sikka bagian utara, NTT — estimasi tiba pukul 05.13 WIB
- Jeneponto, Sulawesi Selatan — estimasi tiba pukul 05.15 WIB
- Bantaeng, Sulawesi Selatan — estimasi tiba pukul 05.46 WIB
Imbauan Evakuasi dan Kewaspadaan Pemerintah Daerah
Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan di laman Inatews, BMKG menegaskan agar pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang berstatus siaga segera mengarahkan warganya untuk melakukan evakuasi. "Pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang berada pada status 'Siaga' diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi," tulis BMKG.
Peringatan dini ini sebelumnya telah dikeluarkan untuk tiga provinsi sekaligus, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Masyarakat di pesisir diminta untuk tidak kembali ke area pantai sebelum status peringatan resmi dicabut oleh BMKG.
Data ketinggian gelombang yang terekam hingga pukul 05.29 WIB menunjukkan angka yang relatif rendah, belum mencapai satu meter. Meski demikian, potensi arus deras dan kenaikan muka air secara mendadak tetap menjadi ancaman bagi pemukiman yang berada tepat di garis pantai.