BALIKPAPAN — Sebanyak 1.082 titik panas (hotspot) terdeteksi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Kondisi ini mendorong pemerintah dan TNI memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan ribuan personel serta puluhan unit pompa pemadam.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II), Marsekal Madya TNI Muzafar, menyebut titik panas tersebut tersebar merata di wilayah Kaltim. Data terbaru menunjukkan sebaran hotspot paling banyak terkonsentrasi di kawasan timur provinsi ini.
Sebaran Hotspot Terbanyak di Kutai Timur dan PPU
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Kutai Timur menjadi wilayah dengan titik panas tertinggi, mencapai 276 titik. Disusul Penajam Paser Utara dengan 160 titik dan Kutai Kartanegara sebanyak 141 titik.
Kabupaten Paser mencatat 108 titik panas, disusul Berau 58 titik, Balikpapan 40 titik, dan Samarinda 31 titik. Wilayah lainnya seperti Mahakam Ulu mencatat 25 titik, Kutai Barat 18 titik, dan Bontang hanya satu titik.
Bantuan Alat dan Personel untuk Perkuat Penanganan
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian mengirimkan total 100 unit pompa pemadam kebakaran. Sebanyak 25 unit berasal dari Kementerian Pertahanan, sedangkan 75 unit lainnya dari Kementerian Pertanian.
Muzafar menjelaskan, pada tahap distribusi terbaru, 39 pompa beserta perlengkapannya telah dikirim ke wilayah yang membutuhkan. Total peralatan tersebut memiliki berat sekitar 12,9 ton.
Dukungan personel juga diperkuat di bawah koordinasi Kodam VI/Mulawarman. “Jajaran TNI sudah menurunkan pasukan di bawah koordinator Kodam VI Mulawarman sebanyak 5.334 personel,” ujarnya.
Larangan Tegas Membuka Lahan dengan Cara Dibakar
Di tengah upaya pemadaman, Muzafar mengingatkan masyarakat dan perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi memperluas kebakaran dan memperburuk dampak bencana, terutama saat kondisi cuaca dan vegetasi mendukung penyebaran api.
Larangan ini berlaku bagi masyarakat maupun korporasi. Pemerintah menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melanggar aturan.
“Bapak Presiden sudah menekankan akan ditindak tegas. Saya ingatkan lagi, akan ditindak tegas,” tegasnya.
Muzafar mengajak seluruh pihak menjaga lingkungan secara bersama-sama. Menurutnya, penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga membutuhkan kesadaran untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Jadi, kami mengimbau kepada masyarakat ataupun personal maupun korporat untuk tidak membakar lahan yang mengakibatkan bencana seperti ini,” katanya.
Ia berharap kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dapat membantu menekan risiko karhutla di Kalimantan Timur. Dengan menjaga alam dan menghindari pembakaran lahan, dampak bencana dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.