KALIMANTAN TIMUR — TechCrunch Disrupt 2026 kembali menggelar AI Stage yang dipersembahkan oleh Google for Startups. Berbeda dari edisi sebelumnya yang berfokus pada demontrasi produk, tahun ini panggung tersebut akan membedah persoalan bisnis yang lebih mendasar: bagaimana cara menjual produk AI ketika model dasarnya semakin murah, dan mengapa keamanan agen AI harus dibangun ulang dari infrastruktur.
Cat de Jong (Anthropic): Pola Nyata Penerapan Claude di Perusahaan
Sesi pembuka akan menampilkan Cat de Jong, Head of Applied AI di Anthropic. Ia akan memaparkan pengamatannya langsung terhadap perusahaan-perusahaan yang menggunakan Claude dalam alur kerja paling kritis. Materi ini fokus pada pola yang jarang terlihat di siaran pers: di titik mana penerapan langsung berhasil, di mana mandek, dan apa yang membedakan organisasi yang menuai nilai nyata dibanding yang masih menjalankan proyek percontohan 18 bulan kemudian.
Tara Seshan (OpenAI): GTM Engineer, Pekerjaan Baru yang Tak Ada Dua Tahun Lalu
OpenAI akan diwakili Tara Seshan, Head of Productivity. Sesi ini menelusuri bagaimana AI meruntuhkan tumpukan go-to-market (GTM) tradisional dan melahirkan disiplin baru: GTM engineering. Peran ini kini menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat di industri, dengan praktisi independen mampu membangun bisnis senilai jutaan dolar. Diskusi akan mengupas seperti apa praktik GTM native-AI dan bagaimana ia mengubah cara perusahaan bertumbuh.
Keamanan Agentic AI: Mengapa Model Izin Aplikasi Dianggap Gagal
Dua sesi terpisah akan menyoroti sisi keamanan yang selama ini luput dari perhatian. Ric Smith, President of Product & Technology di Okta, akan membahas mengapa agentic AI tidak pernah dirancang untuk aman sejak awal. Ia akan menjelaskan mengapa model izin di tingkat aplikasi secara fundamental cacat dan keputusan arsitektur apa yang benar-benar penting saat menerapkan AI agen.
Arsalan Tavakoli dari Databricks akan melengkapi dengan sudut pandang enterprise. Menurutnya, AI kini membuat keputusan otonom di dalam sistem enterprise paling sensitif dengan kecepatan yang tidak dirancang untuk kerangka keamanan tradisional. Sesi ini memilah apa yang sebenarnya dibutuhkan keamanan AI enterprise pada 2026—dari observability, tata kelola, hingga arsitektur yang memisahkan penerapan yang bisa dipercaya dari yang tidak.
Masa Depan SaaS dan Video Intelligence
Panggung AI juga akan menghadirkan diskusi tentang apakah model bisnis SaaS masih relevan. Arvind Jain (Glean), Barr Moses (Monte Carlo), Cathy Gao (Sapphire Ventures), dan Aaron Jacobson (NEA) akan membahas cara menetapkan harga produk AI secara berkelanjutan dan membangun pertahanan saat model commoditized.
Sesi lain akan membahas perlombaan video intelligence bersama Dean Leitersdorf (Decart) dan Amit Jain (Luma AI), fokus pada transisi dari demo yang menarik perhatian menuju inferensi real-time dan penalaran fisik.
Harga Tiket dan Jadwal
TechCrunch Disrupt 2026 berlangsung 13-15 Oktober di Moscone Center, San Francisco. Potongan harga hingga USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) berlaku hingga akhir periode penjualan saat ini. Pengumuman pembicara tambahan masih akan menyusul.