Pencarian

2.000 Penari Muda dari SD dan SMP Tampil di CFD Bekasi, Tari Ronggeng Menor Meriahkan PNBK Jilid III

Minggu, 30 Agustus 2026 • 21:16:02 WIB
2.000 Penari Muda dari SD dan SMP Tampil di CFD Bekasi, Tari Ronggeng Menor Meriahkan PNBK Jilid III
penari muda dari kalangan pelajar SD, SMP, dan sanggar tari membawakan Tari Massal Ronggeng Menor di CFD Jalan Ahmad Yani, Bekasi, Minggu (30/8).

BEKASI — Ribuan pasang mata pengunjung Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Bekasi, dibuat tak berkedip oleh atraksi 2.000 penari muda yang membawakan Tari Massal Ronggeng Menor. Mereka adalah pelajar SD, SMP, dan anggota sanggar tari yang tampil dalam gelaran Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III, Minggu (30/8).

Gerakan serempak dan gemulai dari ribuan penari cilik itu berhasil mengubah ruas jalan utama kota menjadi panggung raksasa. Penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi puncak rangkaian parade PNBK yang mengusung semangat regenerasi seni tradisional Betawi.

Panggung Anak Muda untuk Melestarikan Budaya

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang hadir menyaksikan langsung, mengaku senang dengan antusiasme anak-anak tersebut. Ia menilai keterlibatan generasi muda merupakan kunci agar budaya lokal tidak punah.

"Saya justru senang melihat anak-anak kita tampil dan ini yang harus terus kita berikan. Mereka punya ruang untuk menunjukkan kemampuan, bertemu dengan teman-temannya dan mengenal budaya," kata Tri di sela-sela acara, Minggu (30/8).

Orang nomor satu di Bekasi itu menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni belaka. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk mengalami langsung proses berkesenian, mulai dari latihan hingga tampil di hadapan publik.

"Budaya akan terus hidup kalau ada yang mau mempelajari, menampilkan dan menikmatinya. Karena itu generasi muda harus mendapatkan panggung," ujarnya.

Target Pemkot Bekasi: Lahirkan Generasi Percaya Diri

Tri berharap momentum PNBK ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak Bekasi untuk berkarya lebih jauh. Pihaknya berkomitmen untuk terus menyediakan wadah kreativitas bagi anak muda.

"Kita ingin anak-anak Bekasi tumbuh sebagai generasi yang mengenal budayanya, tetapi juga berani tampil dan berkarya. Panggungnya harus kita siapkan," tegas Tri.

Di balik kemegahan atraksi massal itu, ada kisah dari para peserta cilik. Aulia (13), salah satu penari, mengaku sempat merasakan demam panggung saat melangkahkan kaki di tengah keramaian. Namun, deg-degan itu sirna seiring mengalunnya musik pengiring.

"Awalnya deg-degan karena yang nonton banyak, tapi pas musik mulai, jadi semangat. Senang bisa tampil bareng teman-teman," ujar Aulia.

Kegiatan yang digelar di tengah hiruk-pikuk CFD ini dinilai efektif sebagai ruang publik untuk memperkenalkan seni budaya kepada masyarakat luas. PNBK Jilid III pun ditutup dengan harapan besar agar tradisi Ronggeng Menor terus hidup di tangan generasi penerus Bekasi.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks