PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan membawa pulang empat penghargaan dari Energizing Performance Summit Award (EPSA) 2026, ajang tahunan internal Subholding Refining & Petrochemical Pertamina yang menilai kinerja dan inovasi pengolahan migas. Capaian ini mengapresiasi terobosan pekerja di bidang inovasi proses, efisiensi energi, keselamatan kerja, serta digitalisasi operasional yang berdampak langsung pada keandalan kilang.
BALIKPAPAN — Empat penghargaan sekaligus diraih PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan pada ajang Energizing Performance Summit Award (EPSA) 2026. Penghargaan tersebut menegaskan posisi kilang milik negara itu sebagai salah satu pengolahan minyak strategis nasional di tengah tantangan industri migas yang makin kompleks.
General Manager KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyebut penghargaan ini merupakan wujud komitmen pekerja dalam menghadirkan terobosan yang berdampak langsung pada efisiensi dan keandalan kilang.
“Penghargaan ini menunjukkan komitmen pekerja dalam menghadirkan terobosan yang berdampak langsung pada efisiensi dan keandalan kilang,” kata Novie di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa.
Inovasi Proses: Penataan Ulang Parameter Operasi
Pada aspek inovasi proses, para pekerja mengembangkan upaya penyederhanaan alur produksi sehingga lebih lancar dan mengurangi potensi hambatan di unit pengolahan. Caranya lewat penataan ulang parameter operasi.
Hasilnya, alur produksi berjalan lebih stabil dan potensi gangguan teknis bisa ditekan lebih dini sebelum berdampak pada hasil olahan.
Efisiensi Energi: Manfaatkan Panas Buangan
Kilang menerapkan pemanfaatan panas buangan untuk mengurangi konsumsi energi baru. Langkah ini membantu menekan pemakaian energi di unit utilitas serta mengurangi beban bahan bakar internal.
Dengan begitu, peralatan pendukung bisa dioptimalkan tanpa menambah beban lingkungan secara signifikan.
Keselamatan Kerja: Sensor Deteksi Dini Kondisi Operasi
Di bidang keselamatan kerja, dikembangkan sistem pemantauan berbasis sensor yang mampu mendeteksi perubahan kondisi operasi secara cepat. Sistem ini memberi peringatan dini ketika terjadi deviasi operasi.
Sebelum risiko meningkat, tindakan korektif sudah bisa diambil oleh operator di lapangan. Ini menjadi bagian penting menjaga keselamatan pekerja dan aset kilang.
Digitalisasi Operasional: Dasbor Pantau Real-Time
Sementara itu, digitalisasi operasional dilakukan melalui penggunaan dasbor pemantauan yang menampilkan kondisi peralatan, konsumsi energi, dan kualitas produk secara real-time.
Data yang tersaji langsung memudahkan tim teknis mengambil keputusan cepat berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas fungsi di lingkungan kilang.
“Inovasi yang dihasilkan pekerja tidak hanya meningkatkan performa kilang, tetapi juga memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Dodi.
EPSA merupakan forum tahunan yang menilai kinerja dan inovasi di lingkungan Subholding Refining & Petrochemical Pertamina. Penilaian dilakukan berdasarkan dampak inovasi terhadap operasi, keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis migas.
Dengan torehan ini, KPI Unit Balikpapan makin memperkuat posisinya sebagai pengolah minyak andalan yang terus meningkatkan daya saing industri pengolahan nasional.