SANGATTA — IKA Hipma-KT menggelar program perdana bertajuk "Memetakan Peluang dan Menaklukkan Tantangan Dunia Kerja Terkini". Acara ini menghadirkan perwakilan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Pamapersada Nusantara, PT BPJ, dan PT KBE untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan alumni.
Ketua IKA Hipma-KT, Arif Efendi Bolly, menyebut kegiatan ini dirancang sebagai ruang aspirasi publik. Ia menekankan harapan masyarakat agar perusahaan di Kutai Timur memberi porsi lebih besar bagi tenaga kerja lokal.
Aturan 80 Persen Tenaga Kerja Lokal Jadi Sorotan
Salah satu isu yang mengemuka adalah optimalisasi ketentuan penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 80 persen. Arif menegaskan bahwa aturan ini harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh perusahaan yang beroperasi di Kutim.
“Ini merupakan program yang menjadi aspirasi masyarakat, terutama mengenai ketenagakerjaan. Kita berharap semua perusahaan di Kutim dapat menerapkan aturan 80 persen tenaga kerja lokal. Alhamdulillah, perusahaan memberikan respons positif,” kata Arif.
Respons Positif Disnaker Kutim
Kepala Disnaker Kutim, Sulisman, menyambut baik langkah IKA Hipma-KT. Menurutnya, forum seperti ini memperkuat upaya pemerintah dalam mendorong perluasan kesempatan kerja bagi warga lokal.
“Tentu saja kita apresiasi. Kegiatan ini sejalan dengan program Disnaker,” ujar Sulisman.
Ia berharap forum ini menjadi jembatan komunikasi berkelanjutan antara pemerintah, perusahaan, alumni, mahasiswa, dan masyarakat. Tujuannya, membahas tantangan serta peluang dunia kerja di Kutai Timur secara lebih terbuka.
Mendorong Sinergi dan Kualitas SDM Daerah
Melalui talkshow ini, IKA Hipma-KT menargetkan terciptanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan dunia usaha. Kolaborasi ini diharapkan membuka akses kerja bagi putra-putri daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kutai Timur.