KALIMANTAN TIMUR — Produser Seth Christian resmi meluncurkan Cinema Country, rumah produksi independen berbasis di Nashville, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengusung label Films For Impact yang berfokus pada cerita humanis dan filmmaking berdampak sosial. Proyek pertama mereka, drama bertema iman berjudul Made Clean, kini sudah masuk tahap pascaproduksi.
Cinema Country menempatkan diri sebagai rumah produksi yang tidak sekadar mengejar tren pasar. Seth Christian, yang sebelumnya dikenal lewat kredit produksi drama kriminal Echo Boomers (2020) bersama Patrick Schwarzenegger dan Michael Shannon, menyusun label ini dengan pendekatan berbeda.
Slate awal Cinema Country mencakup tiga film yang mengangkat isu spesifik: kecanduan, obesitas, dan dampak media sosial. Made Clean menjadi yang paling matang karena sudah menyelesaikan proses produksi.
Sinopsis Made Clean
Made Clean disutradarai D. Erik Parks, yang sebelumnya menggarap Why We Breathe. Naskahnya ditulis Parks bersama Christian. Film ini dibintangi Penelope Ann Miller, Otmara Marrero, Glenn Morshower, Ava Torres, Jacob Alexander, dan Cherrie McRae.
Ceritanya mengikuti Tonya (Marrero), ibu tunggal pekerja keras yang kehilangan pekerjaan setelah gagal tes narkoba. Putrinya, Kimberly (Torres), kabur dari rumah. Tonya lalu mendekati ibunya yang sudah lama terasing, Wanda (Miller), yang justru menuduhnya mengulang pola destruktif keluarga.
Tonya kemudian mendapat pekerjaan baru di sebuah jasa pembersihan dan mulai membangun ulang hidupnya. Namun sebuah peristiwa traumatis membuatnya kembali terjerumus ke kecanduan dan lingkaran mantan suaminya, Ronny (Alexander), yang berbisnis narkoba. Konflik memuncak saat Kimberly dirawat di rumah sakit karena masalah tersembunyi yang ia pendam.
Dua Proyek Berikutnya
Setelah Made Clean, Cinema Country menyiapkan Hungerland, film yang menyoroti obesitas dan dampak buruk sistem pangan Amerika Serikat. Proyek ketiga, Extension, membahas bahaya media sosial dan kaitannya dengan kasus bunuh diri remaja.
Ketiga judul itu sejalan dengan misi label Films For Impact yang diusung Christian. Ia menyebut Cinema Country tidak mencari cerita populer semata, melainkan kisah unik yang bisa memicu percakapan bermakna.
Modal dari Pengalaman Pribadi
Christian mengaku punya alasan personal mendirikan Cinema Country. Dua tahun lalu ia mengalami stroke, dan pengalaman itu mengubah cara pandangnya terhadap industri film.
"Going through something that changes your life forces you to look at what really matters," ujarnya. "For me, it changed the way I thought about filmmaking. I wanted to build something that reflected the kinds of movies I wanted to see and the kind of industry I wanted to be part of. Cinema Country grew out of that experience."
Ia juga menyoroti soal misi perusahaan. "Cinema Country is committed to making 'Films For Impact' — films that entertain, inspire meaningful conversations, and offer value to culture and humanity," kata Christian.
Model Pendanaan Kolaboratif
Untuk Made Clean, Christian berhasil mengumpulkan anggaran sekitar US$1 juta hingga US$2 juta lewat jaringan mitra ekuitas. Ia melibatkan 50 kru produksi, perusahaan penyewaan peralatan, pemilik camper, restoran, dan sejumlah kontributor lain.
Alih-alih hanya menerima bayaran atas barang atau jasa, para mitra mendapat persentase dari pendapatan film di masa depan. Skema ini memungkinkan Cinema Country mengalokasikan lebih banyak kas untuk talenta sekaligus membangun komunitas pemangku kepentingan.
"The model reflects my broader vision for Cinema Country: creating a more collaborative approach to independent filmmaking in which filmmakers, businesses, service providers and community partners can all have a meaningful stake in the projects they help bring to life," tutur Christian.
Langkah Cinema Country menambah daftar rumah produksi independen yang mencoba model pendanaan alternatif di tengah ketatnya kompetisi distribusi global.