BONTANG — Mustafa, warga Kelurahan Bontang Baru, harus mengistirahatkan tiga anak buah kapalnya karena tidak ada solar subsidi untuk melaut. Biasanya kapal bermesin enam silinder itu mendapat 600 liter per pekan untuk dua kali melaut. Kini kapalnya parkir.
Pendapatan Rp 6 juta dalam sepekan harus direlakan. Mustafa menyebut pembelian solar sebelumnya diatur lewat nomor antrean, dan penjualan mendadak berhenti.
"Mau gimana. Karena pembelian kemarin pakai nomor antrean. Terus hari ini tidak ada penjualan. Selasa baru jual. Parkir akhirnya kapalku," ucap Mustafa.
SPBN Tanjung Limau Tutup karena Kuota Tidak Terpenuhi
Pengelola SPBN Tanjung Limau, Ekawati, menyatakan penutupan dilakukan karena pasokan solar subsidi di Bontang tidak cukup melayani seluruh nelayan yang mengantre berhari-hari. Informasi penutupan disampaikan ke nelayan melalui grup komunikasi.
"Benar, hari ini tutup. Pasokan tidak memenuhi kuota. Jadi, kami tunggu pasokan full baru kami jual," ucap Ekawati.
Penutupan diperkirakan berlangsung hingga Senin (2/11/2026), menunggu kekurangan kuota dipenuhi Pertamina. Ekawati menegaskan operator tidak ingin situasi carut-marut karena stok memang tidak mencukupi.
Nelayan Minta Solar Tetap Dijual Walau Stok Terbatas
Rekan Mustafa yang biasa mendapat 500 liter solar subsidi juga menghentikan operasi kapal sejak sehari sebelumnya. Ia menyebut SPBN tutup dan tidak melayani pembelian solar bagi nelayan.
"Katanya hari Rabu baru buka. Jadi kita menunggu saja. Tapi kalau kerugian pasti sudah kami derita," ungkapnya.
Nelayan meminta pendistribusian solar subsidi tetap membuka ruang bagi mereka untuk beroperasi. Mereka berharap tidak harus menunggu pasokan penuh karena kondisi itu dikhawatirkan memperparah persoalan.
"Seberapapun stok harusnya bisa dijual. Apalagi BBM ini penting untuk nelayan," tuturnya.
Dinas Perikanan Belum Beri Keterangan
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Bontang, Syamsu Wardi, belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi terkait pasokan solar subsidi bagi nelayan.
Sepekan tanpa solar membuat operasi melaut di Bontang Baru dan sekitarnya mandek. Nelayan menunggu kepastian jadwal pengiriman solar dari Pertamina sebelum menurunkan kembali kapal ke laut.