KALIMANTAN TIMUR — Penyelenggara MotoGP Qatar menyiapkan lokasi perlindungan darurat bagi pebalap dan tim jika terjadi serangan selama balapan akhir pekan ini. Protokol keselamatan berisi tujuh langkah itu sudah diterima tim, sementara Marc Marquez mengaku lebih memilih berada di tempat lain.
Dokumen berjudul "Lokasi Tempat Perlindungan Internal" itu beredar di kalangan tim menjelang gelaran MotoGP Qatar. Jurnalis MotoGP Mat Oxley yang pertama mengungkap isinya, dan menyebut petunjuk keamanan tersebut telah dikirim ke seluruh peserta.
Balapan di Sirkuit Losail berlangsung di bawah bayang-bayang potensi serangan balasan dari Iran. Kondisi ini yang mendorong penyelenggara menyusun prosedur evakuasi tertulis, bukan sekadar arahan lisan saat briefing.
Tujuh Langkah yang Wajib Diikuti Saat Ada Peringatan
Begitu peringatan berbunyi, semua orang diminta tetap tenang dan mengikuti urutan berikut:
- Segera cari tempat perlindungan. Tidak perlu melihat ke luar jendela atau merekam video.
- Di hotel, gunakan tangga menuju area aman yang ditentukan, jangan pakai lift. Jika tak sempat, tetap di lantai kamar sendiri dekat tangga dan lift, jauh dari jendela, duduk bersandar ke dinding bagian dalam.
- Di sirkuit, pergi ke bangunan kokoh yang disepakati tim. Hindari tenda, area paddock terbuka, dan bangunan berdinding kaca.
- Di luar ruangan, masuk ke bangunan terdekat. Jika tidak ada, berbaring di tanah dan lindungi kepala.
- Di dalam kendaraan, menepi lalu masuk ke bangunan terdekat. Jika tidak memungkinkan, menjauh dari kendaraan, berbaring, dan lindungi kepala.
- Tetap di tempat minimal 10 menit atau sampai ada pemberitahuan situasi aman, mana yang lebih lama.
- Jangan menyentuh atau memotret puing. Laporkan ke layanan darurat setempat dan lakukan pengecekan dengan tim agar semua orang teridentifikasi.
Bangunan Kokoh Jadi Prioritas, Tenda Paddock Dihindari
Poin ketiga jadi yang paling spesifik untuk lingkungan sirkuit. Tim diminta menjauh dari tenda dan paddock terbuka, dua area yang justru paling sering jadi tempat berkumpulnya kru dan pebalap saat balapan berlangsung.
Bangunan permanen di sekitar Losail disebut sebagai lokasi yang disepakati tiap tim. Instruksi ini menegaskan bahwa tempat berlindung sudah dipetakan sebelumnya, bukan ditentukan mendadak saat insiden terjadi.
Yamaha Absen, Peserta Berkurang Jadi 18 Pebalap
Yamaha dipastikan tidak turun di MotoGP Qatar. Dengan absennya pabrikan Jepang itu, jumlah pebalap yang berlaga berkurang dari 22 menjadi 18 orang.
Pengurangan peserta otomatis mengubah komposisi di lintasan, termasuk jumlah motor yang harus dievakuasi jika protokol darurat benar-benar diaktifkan. Tim yang tersisa kini beroperasi dengan perhitungan keselamatan yang lebih ketat.
Marc Marquez: Ingin di Tempat Lain, Tapi Fokus Balapan
Marc Marquez mengaku tidak nyaman dengan situasi di Qatar. Pebalap Ducati itu bahkan menyebut akan datang dengan penerbangan paling akhir dan pulang secepat mungkin bila diizinkan.
"Saya memang ingin berada di tempat lain, justru itu saya datang dengan penerbangan paling terakhir dan saya akan pergi dengan penerbangan paling pertama bila memungkinkan. Tapi kami sudah di sini, siap balapan, dan sepenuhnya fokus," ucap Marquez dilansir Crash.
Marquez masih berpeluang merengkuh titel juara dunia kesepuluhnya di seri ini. Tekanan untuk tampil maksimal bertemu dengan kondisi keamanan yang tidak ideal, dan pernyataannya menunjukkan pebalap Spanyol itu memilih menyelesaikan urusan di lintasan lebih dulu.
Yang Perlu Diperhatikan
Protokol ini bersifat internal dan tidak menjelaskan tingkat ancaman sebenarnya. Tidak ada keterangan resmi soal seberapa besar kemungkinan serangan terjadi, atau apakah lintasan punya rencana evakuasi penonton di tribun.
Pembaca yang berencana menonton langsung sebaiknya memantau pengumuman resmi penyelenggara. Informasi soal akses keluar-masuk sirkuit dan titik kumpul untuk penonton belum tercantum dalam dokumen yang beredar.