600 Penjahit Lokal Bontang Mulai Garap Seragam Gratis Rp 11 Miliar untuk Pelajar SD dan SMP

Penulis: Jauhari Lubis  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:08:01 WIB
penjahit lokal Bontang mulai menjahit seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP tahun ajaran 2026/2027.

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran Rp 11 miliar untuk pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027. Proses penjahitan dan pengukuran telah dimulai di sejumlah titik sejak pekan lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, memastikan target distribusi bertahap dapat berjalan menjelang tahun ajaran baru. “Sudah berproses. Penjahitannya sudah jalan dan sebagian pengukuran juga sudah dilakukan,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Mengapa Pemkot Bontang Libatkan Ratusan Penjahit Lokal?

Kebijakan ini tidak sekadar membagikan seragam gratis. Disdikbud sengaja menggandeng sekitar 600 penjahit lokal di Kota Bontang agar manfaat program menyebar ke sektor usaha mikro. Langkah ini menjadi strategi ganda: siswa dan orang tua terbantu, sementara pelaku jasa jahit mendapat pesanan besar.

“Harga-harga memang naik, tetapi kami berupaya kualitas bahan tetap sama,” kata Safa, merespons kenaikan biaya produksi yang membayangi industri tekstil tahun ini.

Skema Distribusi: Siswa Baru Versus Siswa Lama

Proses distribusi seragam dibagi berdasarkan status siswa. Bagi siswa baru, pengiriman masih menunggu data ukuran yang dikumpulkan oleh masing-masing sekolah. Sementara siswa lama berpeluang menerima bantuan lebih cepat setelah hasil produksi rampung.

Selain seragam, pemerintah juga mulai menyiapkan perlengkapan lain seperti tas dan sepatu melalui penyedia yang telah ditunjuk. Safa menegaskan anggaran program tidak mengalami penambahan meskipun harga bahan pokok jahit mengalami kenaikan. “Anggarannya tetap. Mudah-mudahan kualitasnya tetap bisa dipertahankan,” pungkasnya.

Apa Dampak Kenaikan Harga Bahan Baku terhadap Program Ini?

Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan utama dalam realisasi program senilai Rp 11 miliar ini. Disdikbud memastikan kualitas kain dan perlengkapan tetap mengacu pada standar tahun sebelumnya, tanpa mengubah spesifikasi yang sudah ditetapkan. Langkah ini diambil agar daya beli masyarakat tetap terjaga tanpa mengorbankan mutu seragam yang diterima siswa.

Program seragam gratis di Bontang menjadi salah satu contoh kebijakan pendidikan daerah yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi lokal. Dengan melibatkan ratusan penjahit kampung, Pemkot tidak hanya menekan angka pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjaga denyut nadi UMKM di sektor garmen.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: bontangpost.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top