PASER — Masuknya Desa Wisata Klempang Sari ke jajaran tiga besar desa wisata terbaik se-Kalimantan Timur 2026 menjadi bukti bahwa pengelolaan ekowisata berbasis mangrove bisa bersaing di tingkat provinsi. Desa yang berada di Kecamatan Kuaro ini mengandalkan potensi hutan mangrove yang selama ini terjaga sebagai daya tarik utama.
Kawasan mangrove di Klempang Sari tidak hanya berfungsi sebagai pelindung abrasi, tetapi juga dikelola menjadi jalur tracking, spot fotografi, dan area edukasi lingkungan. Model pengelolaan ini dinilai juri sebagai inovasi yang menggabungkan konservasi dengan pariwisata.
“Kami tidak hanya menjual pemandangan, tapi juga pengalaman belajar tentang ekosistem pesisir,” ujar pengelola desa wisata setempat. Pendekatan ini yang membedakan Klempang Sari dari peserta lain yang lebih banyak mengandalkan wisata buatan atau budaya.
Masuknya Klempang Sari ke tiga besar otomatis menjadi promosi gratis bagi Kabupaten Paser di tingkat provinsi. Selama ini, Paser lebih dikenal dengan sektor pertambangan dan perkebunan. Prestasi ini membuka peluang baru untuk mengembangkan desa-desa wisata lain di daerah pesisir.
Pemerintah desa setempat berencana menggunakan hasil penilaian dari provinsi sebagai bahan evaluasi untuk menambah fasilitas pendukung, seperti homestay dan pusat oleh-oleh. Targetnya, kunjungan wisatawan bisa meningkat 30 persen pada musim liburan mendatang.
Dari tiga besar yang diumumkan, Klempang Sari menjadi satu-satunya perwakilan dari Paser. Dua desa lainnya berasal dari daerah yang sudah lebih dulu dikenal sebagai destinasi wisata. Hal ini menunjukkan bahwa potensi ekowisata di Paser selama ini kurang terekspos.
Ke depan, Dinas Pariwisata Paser diharapkan bisa menduplikasi model pengelolaan Klempang Sari ke desa-desa lain yang memiliki potensi serupa. Setidaknya ada lima desa di pesisir Paser yang memiliki hutan mangrove dengan kondisi baik.
Apa daya tarik utama Desa Wisata Klempang Sari?
Daya tarik utamanya adalah ekowisata mangrove, termasuk jalur tracking di antara pepohonan bakau dan area edukasi lingkungan untuk pengunjung.
Kapan waktu terbaik berkunjung ke Klempang Sari?
Waktu terbaik adalah saat musim kemarau, antara April hingga September, ketika jalur tracking tidak becek dan akses menuju lokasi lebih mudah dilalui.