Pencarian

Tambang Lesu di Kalimantan Timur, 40 Ribu Pekerja Kena PHK dan Pengangguran Mulai Bergeser ke Kota-Kota Besar

Rabu, 03 Juni 2026 • 16:16:31 WIB
Tambang Lesu di Kalimantan Timur, 40 Ribu Pekerja Kena PHK dan Pengangguran Mulai Bergeser ke Kota-Kota Besar
Pekerja tambang di Kalimantan Timur mengalami PHK massal hingga 40 ribu orang.

SAMARINDA — Roda perekonomian Kalimantan Timur yang selama ini bertumpu pada batu bara tengah mengalami perlambatan signifikan. Data terbaru menunjukkan sekitar 40 ribu pekerja di sektor tambang kehilangan pekerjaan dalam beberapa bulan terakhir, memicu pergeseran demografi pengangguran dari daerah pedalaman menuju pusat-pusat kota.

Fenomena ini menjadi sorotan karena para mantan pekerja tambang tidak lagi bertahan di wilayah sekitar lokasi tambang. Mereka mulai bermigrasi ke kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang untuk mencari peluang kerja baru di sektor informal atau jasa.

Mengapa PHK Massal di Sektor Tambang Terjadi Sekarang?

Tekanan terhadap industri batu bara nasional menjadi penyebab utama. Harga komoditas yang fluktuatif di pasar global, ditambah dengan kebijakan pembatasan produksi dan target net zero emission, membuat banyak perusahaan tambang di Kaltim melakukan efisiensi besar-besaran.

Kondisi ini diperparah oleh menurunnya permintaan dari negara-negara importir utama. Akibatnya, perusahaan tambang tak punya pilihan selain merumahkan ribuan pekerjanya, mulai dari tenaga operator alat berat hingga staf administrasi di kantor pusat daerah.

Dampak Langsung: Urbanisasi Pengangguran ke Samarinda dan Balikpapan

Pergeseran pengangguran ini membawa konsekuensi baru bagi pemerintah kota. Samarinda dan Balikpapan yang selama ini menjadi tujuan utama para pencari kerja, kini harus menghadapi lonjakan jumlah pendatang tanpa keterampilan yang sesuai dengan pasar kerja perkotaan.

Mereka yang sebelumnya terbiasa dengan gaji tinggi di sektor tambang, kini harus bersaing di sektor informal yang upahnya jauh lebih rendah. Hal ini berpotensi memicu tekanan sosial baru, seperti meningkatnya angka kriminalitas dan permukiman kumuh di pinggiran kota.

Apa Langkah Pemprov Kaltim dan Pemkot Menghadapi Gelombang PHK Ini?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah kota/kabupaten terdampak mulai menyusun strategi mitigasi. Fokus utama saat ini adalah program pelatihan ulang (reskilling) dan penempatan tenaga kerja ke sektor-sektor yang masih tumbuh, seperti industri pengolahan kelapa sawit, pertanian modern, dan pariwisata.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penciptaan lapangan kerja mandiri melalui program kredit usaha rakyat (KUR) dan pendampingan bagi UMKM. Namun, efektivitas program-program ini masih dipertanyakan mengingat skala pengangguran yang mencapai puluhan ribu orang dalam waktu relatif singkat.

Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim menunjukkan bahwa sektor konstruksi dan jasa menjadi dua sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja baru dari korban PHK tambang. Sayangnya, daya serap kedua sektor itu juga mulai melambat seiring dengan lesunya proyek properti dan infrastruktur di daerah.

Bagikan
Sumber: kaltim.tribunnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks