BALIKPAPAN — Kemampuan berbicara di depan umum dengan sentuhan humor bukan sekadar bakat, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari. Hal inilah yang mendorong komunitas Stand Up Indo Balikpapan menggelar workshop public speaking dan stand up comedy yang diikuti puluhan peserta di kota tersebut.
Kegiatan ini digelar untuk merespons kebutuhan akan komunikasi yang lebih efektif di era digital. Peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar berdiri di atas panggung, tetapi juga cara merangkai materi dengan humor yang kontekstual dan tidak menyinggung.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi tentang struktur lawakan, teknik timing, hingga cara membaca audiens. Para pemateri yang merupakan komika senior Balikpapan membagikan pengalaman mereka dalam mengelola rasa gugup dan membangun koneksi dengan penonton.
“Belajar menjadi pembicara yang baik dengan selipan humor bukan perkara mudah. Namun, demi ilmunya sangat baik,” ujar salah satu pengurus Stand Up Indo Balikpapan saat ditemui di sela acara.
Di luar panggung komedi, kemampuan menyisipkan humor dalam presentasi atau rapat kerja dinilai mampu mencairkan suasana dan meningkatkan daya serap audiens terhadap informasi. Hal ini relevan bagi pekerja kantoran, pendidik, hingga pelaku UMKM yang kerap harus berbicara di depan publik.
Workshop ini menjadi salah satu agenda rutin Stand Up Indo Balikpapan untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia di bidang komunikasi kreatif. Antusiasme peserta yang melebihi target awal menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelatihan semacam ini masih tinggi di Kalimantan Timur.
Ke depan, komunitas ini berencana menggelar open mic rutin sebagai wadah praktik bagi peserta workshop yang telah lulus. Mereka juga membuka kerja sama dengan sekolah dan kampus di Balikpapan untuk mengadakan pelatihan serupa secara gratis.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak warga Balikpapan yang percaya diri berbicara di depan umum dan mampu menggunakan humor sebagai alat komunikasi yang positif, bukan sekadar hiburan semata.