KALIMANTAN TIMUR — Mercedes-AMG resmi memperluas lini kendaraan listrik empat pintunya. Varian terbaru, GT53, hadir sebagai pintu masuk yang lebih terjangkau ke keluarga GT elektrik—meski harus rela kehilangan sebagian besar tenaga dibandingkan saudaranya, GT63.
Pengumuman ini menjadi sorotan utama dalam ringkasan berita otomotif global The Downshift, Kamis (6/8/2026). Alih-alih mengusung tiga motor listrik seperti GT63 yang bertenaga 1.153 dk, GT53 hanya mengandalkan dua motor listrik.
Dua Motor Listrik dengan Fokus Efisiensi Energi
Tenaga yang dihasilkan mencapai 536 dk, atau kurang dari setengah output GT63. Namun, pengorbanan ini berbuah manis pada aspek jarak tempuh. Berdasarkan pengujian WLTP, GT53 mampu melaju hingga 503 kilometer dalam sekali pengisian penuh—jauh melampaui GT63 yang hanya diklaim mencapai 432 kilometer.
Strategi ini menarik. Performa bukan lagi satu-satunya prioritas utama bagi sebagian besar konsumen kendaraan listrik. Jarak tempuh justru menjadi faktor krusial yang kerap menentukan keputusan pembelian, terutama di pasar Eropa yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata.
Bukan Sekadar Soal Jarak Tempuh
Keputusan Mercedes-AMG menghadirkan varian dengan tenaga lebih rendah ini juga menyentuh aspek harga. Dengan mengurangi satu motor listrik, biaya produksi dan banderol jual GT53 dipastikan lebih rendah dari GT63. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan mobil listrik bergaya sporty tanpa harus membayar mahal untuk tenaga ekstrem yang mungkin jarang digunakan sehari-hari.
Meski demikian, angka 536 dk tetap bukan tenaga yang bisa dianggap remeh. Mobil ini masih mampu memberikan akselerasi responsif untuk penggunaan harian maupun perjalanan antar kota. Desain eksteriornya pun tetap mempertahankan bahasa desain khas AMG yang agresif dan aerodinamis.
Persaingan di Segmen Sedan Listrik Premium
Kehadiran GT53 memperketat persaingan di segmen sedan listrik premium. Dengan jarak tempuh yang lebih dari cukup untuk kebutuhan harian, ditambah reputasi Mercedes-AMG di bidang performa, model ini menjadi alternatif menarik di antara para pesaingnya yang rata-rata mengusung tenaga lebih besar namun jarak tempuh lebih pendek.
Belum ada informasi resmi mengenai kapan GT53 akan dipasarkan di Indonesia. Pasar Tanah Air sendiri masih didominasi oleh kendaraan listrik dari merek lain dengan banderol lebih terjangkau. Namun, bagi penggemar AMG yang menginginkan sedan listrik bergaya sporty, kehadiran GT53 tentu menjadi angin segar.