SAMARINDA — Jumlah titik panas di Kalimantan Timur meningkat signifikan dalam sepekan terakhir. BMKG mencatat hotspot naik dari 30 menjadi 63 titik pada akhir Agustus, disertai sebaran asap di sejumlah wilayah. Cuaca kering yang masih berlangsung membuat potensi kebakaran hutan dan lahan belum mereda.
Data dari Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda menunjukkan kualitas udara tidak stabil sepanjang hari. Pada pembaruan Kamis (3/9/2026) pukul 12.00 WITA, konsentrasi PM2,5 berada di angka 39,3 mikrogram per meter kubik. Angka ini masih dalam kategori sedang, namun trennya naik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa asap kebakaran mengandung partikulat halus yang membahayakan sistem pernapasan. Saat berolahraga, tubuh bernapas lebih cepat dan lebih dalam, sehingga volume udara yang masuk ke paru-paru meningkat drastis.
Artinya, paparan polutan ikut bertambah seiring intensitas latihan. Jogging, bersepeda, sepak bola, atau olahraga intensitas tinggi di ruang terbuka sebaiknya ditunda ketika udara mulai berkabut atau berbau asap.
Masyarakat perlu memeriksa data kualitas udara dari sumber resmi seperti BMKG sebelum berangkat olahraga. Kategori sedang masih memungkinkan aktivitas fisik ringan, tetapi kelompok sensitif—anak-anak, lansia, dan penderita asma—disarankan mengurangi durasi latihan.
Jika konsentrasi PM2,5 masuk kategori tidak sehat, pilihan paling aman adalah mengalihkan kegiatan ke dalam ruangan. Jalan di tempat, latihan kekuatan intensitas ringan hingga sedang, peregangan, yoga, atau latihan mobilitas bisa menjaga kebugaran tanpa terpapar langsung udara luar.
Pelatih dan pengurus komunitas olahraga di Kaltim yang memiliki jadwal latihan rutin perlu beradaptasi dengan kondisi udara. Pengecekan kualitas udara sebelum latihan menjadi langkah sederhana yang bisa menentukan layak tidaknya kegiatan digelar di lapangan terbuka.
Ketika kondisi tidak mendukung, intensitas latihan bisa disesuaikan, kegiatan dipindahkan ke fasilitas tertutup, atau jadwal diubah ke waktu yang udara lebih baik. Kesehatan pernapasan atlet tidak boleh dikorbankan demi menjaga rutinitas.
Menjaga kebugaran tetap penting di tengah situasi karhutla Kaltim, tetapi tidak harus mengorbankan kesehatan. Pantau kualitas udara secara berkala, kenali batas aman tubuh, dan segera hentikan aktivitas jika muncul gejala sesak napas, batuk, atau iritasi tenggorokan.