TANAH GROGOT — Burung Tiong dipilih bukan tanpa alasan. Di Paser, satwa bernama ilmiah Gracula religiosa itu menyimpan nilai adat dan budaya yang kuat, sehingga disepakati menjadi simbol identitas daerah.
Nama Si TAKA sendiri dirangkai dari akronim Si Tiong Atlet Kaltim dan Kita Juara. Di daerah lain, burung ini lebih dikenal sebagai Tiung atau Beo.
Maskot Porprov VIII Kaltim merupakan karya Yahdi Arifin. Desainnya digarap dari nilai-nilai historis dan kearifan lokal sebagai gambaran semangat juang atlet-atlet di Pulau Kalimantan.
Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari menyebut maskot itu mencerminkan ketangguhan atlet Kaltim. "Maskot Porprov VIII Kaltim mencerminkan ketangguhan dalam prestasi atlet Kaltim yang mampu bersaing ke tingkat nasional dan internasional," kata Ikhwan saat peluncuran.
Logo dan maskot juga disebut sebagai perwujudan semboyan Bumi Daya Taka, Olo Manin Aso Buen Siolondo, yang berarti hari esok harus lebih baik dari hari ini.
"Artinya, seluruh masyarakat Paser maupun Kaltim harus menjadi individu yang maju, berkarakter dan berprestasi," lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Paser mengalokasikan anggaran hingga Rp 300 miliar selama tiga tahun terakhir untuk pembangunan venue Porprov VIII Kaltim 2026. Bupati Paser Fahmi Fadli menyatakan infrastruktur menjadi prioritas sejak kabupaten itu ditunjuk sebagai tuan rumah pada 2022.
"Khusus pembangunan venue saja selama tiga tahun menyerap anggaran sampai Rp 300 miliar. Pembangunan ini dilandasi perencanaan dan pelaksanaan anggaran secara cermat agar gedung memiliki kualitas mumpuni. Saya siap menjamin venue 100 persen selesai tepat waktu," kata Fahmi dalam rapat koordinasi Chief de Mission (CdM) Porprov VIII Kaltim di Tanah Grogot, Jumat (9/10/2026).
Pemda menargetkan seluruh arena pertandingan rampung sebelum ajang berlangsung pada 14–27 November 2026. Rapat koordinasi CdM menjadi penanda kesiapan tiap kontingen menjelang perhelatan.