Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda merealisasikan pengadaan gabah beras lokal sebanyak 18.422 ton di wilayah Kalimantan Timur. Capaian itu setara 72,75 persen dari target daerah, sementara pengadaan terus dikebut menuju sisa target yang belum terpenuhi. Penyerapan beras lokal ini menyokong penguatan Cadangan Beras Pemerintah dan agenda swasembada pangan nasional.
SAMARINDA — Pimpinan Cabang Perum Bulog Samarinda Adi Yanuar menyatakan pihaknya masih mengejar sisa target pengadaan bahan pangan pokok lokal untuk wilayah kerjanya. Realisasi yang sudah terkumpul berasal dari penyerapan gabah petani di enam kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Wilayah operasional Bulog Samarinda meliputi Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Kota Bontang, hingga Mahakam Ulu. Dari kawasan itu, Bulog menyerap gabah dan beras lokal yang kemudian diarahkan memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Adi menyebut capaian penyerapan gabah beras mencapai 18.422 ton. "Capaian penyerapan gabah beras sebanyak 18.422 ton tersebut setara dengan sekitar 72,75 persen dari total target daerah," kata Adi di Samarinda, Minggu.
Dari jumlah itu, masih ada sisa target yang harus dipenuhi Bulog Samarinda. Adi menyebut pihaknya terus melakukan pengadaan hingga target keseluruhan wilayah kerja tercapai.
Pengadaan beras lokal secara masif diarahkan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan agenda swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Adi menegaskan penyerapan beras lokal mengikuti arahan Presiden RI dalam menjaga stabilitas pangan. "Realisasi penyerapan beras yang signifikan ini dilaksanakan sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan," ujarnya.
Penyerapan beras di Kaltim turut menyumbang pencapaian kinerja Bulog secara nasional. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pihaknya mencatat rekor pengadaan beras dalam negeri.
"Secara nasional Perum Bulog mencatat rekor sejarah baru dengan realisasi pengadaan beras dalam negeri menembus angka 4,11 juta ton," kata Ahmad Rizal.
Realisasi nasional itu melampaui target awal pemerintah sebesar empat juta ton, atau setara 102,88 persen. Capaian tersebut menempatkan penyerapan gabah petani sebagai salah satu penopang utama pengadaan beras dalam negeri.
Selain memacu penyerapan gabah petani, Bulog Samarinda menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) langsung kepada masyarakat. Penyaluran bantuan pangan beras juga dijalankan secara intensif.
Adi menyatakan dua program itu ditujukan mengintervensi laju inflasi harga beras di daerah. Penyaluran dilakukan agar pasokan tetap tersedia dan harga di pasar tidak melonjak.
Bulog Samarinda belum merinci sisa target yang harus dipenuhi hingga akhir periode pengadaan. Penyerapan gabah dari petani di enam wilayah kerja akan terus berjalan seiring berjalannya panen di Kaltim.