Puluhan Siswa SMAN 3 Balikpapan Tanam Bibit Bakau di DAS Somber Bersama Ditpolairud Polda Kaltim

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:16:01 WIB
Puluhan siswa SMAN 3 Balikpapan mengikuti pengenalan ekosistem mangrove di Markas Ditpolairud Polda Kaltim.

BALIKPAPAN — Kunjungan puluhan pelajar SMAN 3 Balikpapan ke Markas Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kalimantan Timur bukan sekadar kunjungan biasa. Para siswa diajak mengenal beragam jenis tanaman mangrove, karakteristiknya, hingga fungsinya bagi alam dan masyarakat pesisir. Materi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut ke kawasan pesisir DAS Somber.

Apa Itu Program Pendidikan Ekosistem Mangrove?

Program Pendidikan Ekosistem Mangrove dirancang untuk memperkenalkan generasi muda pada peran vital hutan bakau bagi kehidupan lingkungan pesisir. Lewat program ini, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan teori. Mereka turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi nyata ekosistem mangrove.

Pendekatan ini dinilai penting karena mangrove memegang peranan strategis bagi wilayah pesisir. Hutan bakau menahan laju abrasi pantai, menjadi rumah bagi beragam biota perairan, menjaga kualitas air, hingga menyerap karbon.

Praktik Tanam Bibit Bakau di DAS Somber

Puncak kegiatan berlangsung di kawasan pesisir DAS Somber. Para siswa terlibat langsung dalam praktik penanaman bibit mangrove. Pengalaman nyata itu diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian yang lebih mendalam terhadap kelestarian alam.

Personel Ditpolairud menyebut kegiatan ini menyasar dua hal sekaligus: pemahaman teori dan keterlibatan langsung. "Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami manfaat mangrove secara teori, tetapi juga memiliki kepedulian dan terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir," ujar personel Ditpolairud dalam kegiatan tersebut.

Mengapa Mangrove Penting bagi Wilayah Pesisir?

Keberadaan mangrove menjadi benteng alami yang tak ternilai harganya bagi wilayah pesisir. Fungsi penahan abrasi membuat hutan bakau berperan besar menjaga garis pantai dari pengikisan. Selain itu, mangrove menjadi habitat bagi berbagai biota perairan yang menopang kehidupan nelayan dan masyarakat sekitar.

Kemampuan mangrove menyerap karbon juga menjadikannya bagian penting dari upaya menjaga kualitas lingkungan. Peran itu yang coba ditanamkan kepada para pelajar sejak dini melalui program ini.

Harapan Ditpolairud Polda Kaltim

Ditpolairud Polda Kaltim berharap pembelajaran langsung ini melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis. Mereka juga diharapkan peka dan bertindak nyata menjaga kelestarian bumi, khususnya ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan kehidupan banyak orang.

Kegiatan di Markas Ditpolairud Polda Kaltim menjadi contoh bagaimana pendidikan lingkungan bisa dilakukan di luar ruang kelas. Siswa SMAN 3 Balikpapan pulang membawa pengalaman menanam bibit bakau, bukan sekadar catatan teori.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kaltimku.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top