BONTANG — Perbaikan jembatan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang dibahas melalui dua alternatif: hibah atau dikerjakan langsung oleh perusahaan. Pembahasan melibatkan PT Kaltim Nusa Etika (KNE), PT Kaltim Industrial Estate (KIE), serta sejumlah perusahaan terkait.
Jembatan yang menjadi satu-satunya akses kendaraan ke sekolah itu kondisinya sudah keropos. Renovasi terakhirnya terjadi 21 tahun lalu.
Agus Haris menilai skema hibah berpotensi memakan waktu lebih lama karena harus melewati tahapan administrasi dan penganggaran yang tidak sederhana.
"Dari obrolan bersama KNE, memang proses hibah berpotensi membutuhkan waktu lebih lama, karena harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran yang tidak sederhana," ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Kondisi jembatan yang sudah urgen membuat Pemkot Bontang mencari jalur yang lebih singkat. Pengerjaan langsung oleh perusahaan dianggap sebagai opsi paling memungkinkan.
"Kalau melalui hibah, prosesnya agak panjang. Sedangkan, kita butuh akses ini diperbaiki cepat, karena sudah urgen, sudah keropos, bayangkan 21 tahun tak diperbaiki," jelasnya.
Pihak perusahaan telah menyampaikan rencana pembangunan jembatan pada 2027, termasuk fasilitas pendukung di area setelah ujung jembatan. Perencanaan yang disusun Pemkot Bontang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menghitung kebutuhan anggaran.
Perusahaan juga tidak menutup kemungkinan membangun secara mandiri dengan menyesuaikan kebutuhan akses kendaraan.
"Kami tidak masalah pemkot atau perusahaan yang bangun, yang penting jembatan itu bisa digunakan dan kendaraan dapat keluar masuk dengan lancar," ungkapnya.
Agus menegaskan, meski opsi kedua yang dipilih dan jembatan tetap berstatus aset perusahaan, fasilitasnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan akses sekolah.
"Sekolah yang memanfaatkannya tidak lagi bergantung pada perpanjangan kontrak pinjam pakai seperti yang dikhawatirkan selama ini," imbuhnya.
Kepastian skema yang dipilih ditargetkan paling lambat akhir Oktober 2026. Warga sekitar berharap perbaikan jembatan tidak lagi tertunda mengingat akses tersebut menjadi jalur utama pelajar dan kendaraan menuju sekolah.