BALIKPAPAN — Data prakiraan cuaca BMKG yang diakses dari laman resmi lembaga tersebut menunjukkan udara kabur menyelimuti sebagian besar wilayah Kaltim sepanjang hari. Suhu udara di wilayah terdampak berkisar 20–33 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, mencapai 97 persen di sejumlah titik.
Kondisi udara kabur bukan berarti hujan tidak mungkin turun. Dua kabupaten justru diprakirakan diguyur hujan ringan dengan intensitas yang perlu diantisipasi warga yang hendak bepergian.
Kota Balikpapan diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kelembapan 67–97 persen. Samarinda menghadapi kondisi serupa, dengan suhu 24–31 derajat Celsius dan kelembapan 63–97 persen.
Dua kota besar ini menjadi barometer aktivitas warga Kaltim. Udara kabur umumnya mengurangi jarak pandang dan berdampak pada penerbangan serta lalu lintas darat, meski BMKG tidak menyebut angka jarak pandang dalam prakiraan kali ini.
Kabupaten Kutai Kartanegara diprakirakan hujan ringan dengan suhu 23–33 derajat Celsius. Kutai Barat berpotensi mengalami kondisi serupa, dengan suhu berkisar 23–31 derajat Celsius.
Hujan ringan di dua wilayah ini bisa membantu menurunkan kadar debu di udara, tetapi warga tetap perlu waspada terhadap jalan licin di ruas yang belum diaspal.
Mahakam Ulu menjadi wilayah dengan suhu minimum terendah di Kaltim, yakni 20 derajat Celsius. Suhu maksimum di daerah tersebut diprakirakan hanya mencapai 27 derajat Celsius.
Selisih suhu yang cukup lebar antara pagi dan siang perlu diperhatikan warga, terutama lansia dan anak-anak yang lebih rentan terhadap perubahan cuaca.
BMKG mengimbau masyarakat Kaltim terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan informasi peringatan dini. Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
Pemeriksaan pembaruan informasi disarankan dilakukan melalui laman resmi BMKG untuk memperoleh data terbaru sesuai lokasi masing-masing. Informasi lengkap prakiraan cuaca kabupaten dan kota di Kaltim dapat diakses di https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/64.
Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan darat antarkabupaten, mengecek kondisi cuaca sebelum berangkat menjadi langkah sederhana yang bisa menghindarkan dari risiko di jalan.