Wagub Kaltim Dorong Santri Balikpapan Rebut Peluang Kerja dan Teknologi di Era IKN

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:46:31 WIB
Wagub Kaltim Bagus menilai santri perlu mengambil peran dalam pembangunan seiring perkembangan IKN.

BALIKPAPAN — Bagus menilai perubahan kawasan sekitar IKN harus dibaca santri sebagai kesempatan mengambil peran, bukan sekadar menjadi penonton pembangunan. Menurutnya, kemampuan keagamaan perlu berjalan bersama kemampuan intelektual dan keterampilan yang sesuai perkembangan zaman.

Santri, kata dia, memiliki peluang berkiprah lebih luas, mulai dari sektor sosial, ekonomi, teknologi hingga kepemimpinan.

"Santri bukan sekadar penjaga tradisi keilmuan Islam, melainkan pilar penting yang turut menentukan masa depan bangsa. Dengan bekal spiritualitas, intelektualitas, dan karakter yang kuat, santri harus mampu mengambil peran di berbagai ruang strategis pembangunan," kata Bagus.

Pesantren Diminta Tidak Dipandang Sempit

Bagus mendorong pesantren dipandang lebih luas sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Pesantren, menurutnya, berperan dalam pendidikan, pembentukan karakter, sekaligus penguatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen memperkuat pesantren melalui dukungan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kompetensi santri dan tenaga pendidik, serta penguatan pendidikan karakter. Dukungan fasilitas dilakukan lewat program hibah dan bantuan keagamaan agar lingkungan belajar santri semakin mendukung proses pendidikan.

Pengembangan keterampilan dan digitalisasi di lingkungan pesantren juga menjadi perhatian. "Santri Balikpapan harus menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing di era IKN, tetapi tetap memegang teguh nilai agama dan akhlak mulia," tegas Bagus.

Karakter dan Integritas Jadi Bekal Hadapi Perubahan

Bagus mengingatkan kemampuan teknologi saja tidak cukup. Santri juga membutuhkan karakter dan integritas ketika menghadapi perubahan zaman.

Sinergi pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan lembaga pendidikan keagamaan dinilai perlu diperkuat untuk membentuk generasi muda yang memiliki akhlakul karimah. Tantangan generasi muda juga datang dari berbagai persoalan sosial, termasuk narkoba, radikalisme, dan kemerosotan moral.

Karena itu, Bagus meminta santri tidak minder menghadapi persaingan. Santri didorong percaya diri, inovatif, berintegritas, sekaligus tetap memegang nilai keislaman yang menjadi bagian dari identitas pesantren.

Ia berharap pesantren di Balikpapan terus melahirkan generasi yang mengisi berbagai bidang, termasuk pemimpin, teknokrat, pengusaha dan intelektual muslim.

"Jadilah santri yang percaya diri, inovatif, dan berintegritas. Tunjukkan bahwa dari pesantren dapat lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa kemaslahatan bagi bangsa," pesannya.

Peluang Semakin Terbuka Seiring Pertumbuhan IKN

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Balikpapan diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Momentum itu menjadi pengingat bahwa pembangunan kota di tengah perkembangan IKN juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, karakter dan kesiapan menghadapi perubahan.

Bagi santri, peluang itu terbuka semakin luas. Bekal agama tetap menjadi fondasi, sementara teknologi, keterampilan dan kemampuan beradaptasi menjadi tambahan untuk menghadapi masa depan.

Bagus menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri, pengasuh dan keluarga besar pesantren. Ia berharap santri Balikpapan dapat mengambil bagian dalam kemajuan kota, Kaltim dan Indonesia seiring berkembangnya IKN.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: inibalikpapan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top