SAMARINDA — Kepala BKSDA Kaltim M. Ari Wibawanto menyebut aksi keempat anak tersebut berawal saat Aldo bersama tiga rekannya melihat bekantan muncul di area belakang pemukiman. Alih-alih mengganggu atau menangkapnya untuk dipelihara, mereka menghubungi Call Center BKSDA Kaltim untuk meminta penanganan aman bagi satwa dilindungi itu.
Tim Seksi KSDA Wilayah II Tenggarong langsung diterjunkan ke lokasi di Samarinda Utara. Petugas kemudian menerima penyerahan seekor bekantan jantan berusia remaja dari keempat anak tersebut.
Pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan primata hidung panjang itu dalam kondisi fisik yang sangat baik dan sehat. Bekantan remaja tersebut kini menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif serta pemantauan perilaku oleh tim medis BKSDA Kaltim.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, satwa endemik Kalimantan yang terancam punah itu akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di hutan Kalimantan.
Ari memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian serta kepedulian yang ditunjukkan keempat anak itu. Menurutnya, upaya menjaga kelestarian alam tidak dibatasi usia.
"Kepedulian terhadap kelestarian satwa liar bukan masalah batasan usia, melainkan tentang rasa kepedulian serta tindakan nyata. Kehadiran anak-anak hebat ini mengajarkan kita semua bahwa upaya menjaga kelestarian alam bisa dimulai sejak dini," tutur Ari di Samarinda, Sabtu (24/10/2026).
BKSDA Kaltim berharap aksi Aldo dan kawan-kawannya menggugah masyarakat luas agar tidak memelihara maupun memburu satwa yang dilindungi. Ari menilai langkah cepat anak-anak tersebut membuat satwa langka itu bisa segera dievakuasi.
"Langkah cepat anak-anak tersebut sangat tepat sehingga satwa langka ini dapat segera dievakuasi. Semoga aksi inspiratif ini dapat menggugah kesadaran masyarakat luas untuk ikut serta menjaga kelestarian satwa liar," harap Ari.
BKSDA Kaltim mengingatkan masyarakat yang menemukan atau melihat keberadaan satwa liar dilindungi agar segera melaporkannya ke Call Center resmi BKSDA Kaltim di 0821-1333-8181. Warga juga bisa menghubungi telepon lokal 0541-743556 atau email bksda.kaltim@kehutanan.go.id.
"Sinergi dan kepedulian aktif dari seluruh warga adalah kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem alam Nusantara," pungkas Ari.