Wali Kota Bontang secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada anak-anak yatim di beberapa titik wilayah kota. Program Tengok Tetangga dirancang sebagai skema pendekatan sosial yang lebih personal, di mana pemimpin daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Bukan Sekadar Santunan Biasa
Pemerintah Kota Bontang menekankan bahwa program ini berbeda dari bantuan sosial konvensional. Selain memberikan paket sembako dan uang tunai, para penerima juga mendapatkan pendampingan untuk akses pendidikan dan kesehatan.
“Kami ingin hadir tidak hanya saat ada acara seremonial. Program Tengok Tetangga ini adalah komitmen bahwa pemerintah ada di tengah warga, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Wali Kota dalam sambutannya saat penyerahan bantuan, Senin lalu.
Bagaimana Program Tengok Tetangga Berjalan?
Dalam pelaksanaannya, pemkot berkoordinasi dengan RT dan kelurahan untuk mendata anak yatim yang benar-benar membutuhkan. Bantuan tidak diberikan secara massal di satu titik, melainkan disalurkan secara bergilir ke berbagai lingkungan.
Setiap kunjungan, wali kota dan jajarannya menyempatkan diri berdialog dengan keluarga penerima. Hal ini dilakukan untuk menggali keluhan langsung terkait pelayanan publik, mulai dari infrastruktur jalan hingga akses layanan kesehatan dasar.
Dampak Langsung ke Warga
Salah satu penerima manfaat di Kelurahan Bontang Kuala mengaku terbantu dengan kehadiran program ini. Selain bantuan material, perhatian langsung dari pemkot memberikan rasa dihargai bagi keluarganya.
“Anak-anak jadi semangat sekolah lagi. Kami juga dapat informasi soal beasiswa yang selama ini tidak tahu cara mengurusnya,” katanya.
Pemkot Bontang menargetkan program Tengok Tetangga bisa menjangkau seluruh kelurahan secara bertahap. Ke depan, skema bantuan akan diperluas tidak hanya untuk anak yatim, tetapi juga lansia dan penyandang disabilitas.