KALIMANTAN TIMUR — BYD resmi memperkenalkan Dolphin G di Inggris, sebuah supermini yang menjadi model pertama pabrikan asal Tiongkok itu yang dikembangkan khusus untuk Eropa. Mobil ini akan mulai dijual pada musim gugur tahun ini, dengan harga yang dikabarkan mulai di bawah £20.000 atau sekitar Rp 320 juta (kurs Rp 16.000).
Yang menarik, Dolphin G bukan sekadar city car biasa. BYD membekalinya dengan sistem plug-in hybrid (PHEV) yang disebut Super Hybrid, sebuah langkah berani di segmen B yang biasanya hanya diisi oleh mobil dengan mild-hybrid atau full-hybrid konvensional. Dengan kata lain, Dolphin G bisa menjadi pesaing langsung Renault Clio dan Toyota Yaris, tetapi dengan kemampuan menembus jarak tempuh yang jauh lebih panjang.
Mesin Bensin Jadi Generator, Motor Listrik yang Menggerakkan Roda
BYD belum merinci detail lengkap arsitektur Super Hybrid pada Dolphin G. Namun, sistem ini diperkirakan mirip dengan yang digunakan pada SUV kecil Atto 2 DM-i. Konfigurasinya unik: mesin bensin 1.5 liter tidak langsung memutar roda, melainkan berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya motor listrik yang kemudian menggerakkan roda depan.
Pendekatan ini membuat mesin bensin bekerja di putaran paling efisien, sementara motor listrik yang menangani akselerasi. Hasilnya, BYD mengklaim Dolphin G mampu menempuh lebih dari 621 mil (1.000 km) dalam kombinasi bahan bakar dan daya listrik. Angka ini menjadi senjata utama Dolphin G untuk merebut hati konsumen Eropa yang mulai sadar efisiensi, tapi masih khawatir dengan infrastruktur pengisian daya.
Bukan Sekadar Rebadge, Ini Mobil Khusus Eropa
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyebut segmen B Eropa sebagai “salah satu bagian terpenting dari pasar.” Ia ingin Dolphin G “mendefinisikan ulang apa yang bisa diharapkan konsumen dari mobil kompak di era listrik.” Artinya, BYD tidak sekadar menjual model global yang dimodifikasi kecil-kecilan. Dolphin G adalah mobil yang lahir dari riset dan kebutuhan pasar Eropa.
BYD bahkan berencana memproduksi Dolphin G di pabrik barunya di Hongaria. Langkah ini tidak hanya untuk menghindari bea masuk, tetapi juga memperkuat citra BYD sebagai merek yang dekat dengan konsumen Eropa. “Tujuannya adalah agar pelanggan menganggap BYD sebagai merek Eropa,” ujar Li dalam pernyataan resmi.
Dolphin G Jadi Cikal Bakal Model Baru BYD untuk Eropa
Dolphin G bukan proyek satu-kali. BYD sudah menyiapkan jajaran model segmen B dan C yang dikembangkan khusus untuk Eropa. Mobil ini menjadi pembuka jalan bagi strategi BYD yang ingin menggeser dominasi pabrikan Eropa di kelas mobil kecil. Dengan harga yang kompetitif dan teknologi PHEV yang menjanjikan, Dolphin G akan menjadi ujian pertama apakah konsumen Eropa siap beralih ke merek asal Tiongkok untuk mobil harian mereka.
Informasi lebih detail mengenai spesifikasi teknis, varian, dan harga resmi akan diumumkan saat peluncuran penuh pada Juni mendatang.