Pencarian

Pembiayaan Syariah di Kalimantan Timur Tembus Rp17,71 Triliun, Tanda Minat Masyarakat terhadap Ekonomi Halal Kian Menguat

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:55 WIB
Pembiayaan Syariah di Kalimantan Timur Tembus Rp17,71 Triliun, Tanda Minat Masyarakat terhadap Ekonomi Halal Kian Menguat
Pembiayaan syariah di Kalimantan Timur mencapai Rp17,71 triliun sebagai indikasi meningkatnya minat masyarakat terhadap ekonomi halal.

SAMARINDA — Angka itu menjadi indikator bahwa kesadaran dan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan halal di Kalimantan Timur kian matang. Kepala BI Perwakilan Kaltim menyebutkan, peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada sektor perbankan, tetapi juga merambah ke lembaga keuangan non-bank seperti koperasi syariah dan perusahaan pembiayaan.

Mengapa Pembiayaan Syariah Kian Diminati di Kaltim?

Beberapa faktor mendorong akselerasi ini. Pertama, pertumbuhan kelas menengah muslim di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang cukup signifikan. Kedua, literasi masyarakat terhadap produk-produk keuangan syariah, seperti murabahah (jual beli) dan musyarakah (bagi hasil), dinilai semakin baik. BI Kaltim juga aktif mendorong perluasan ekosistem halal, termasuk melalui program digitalisasi dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah.

Dampak terhadap Perekonomian Daerah

Meningkatnya volume pembiayaan syariah berdampak langsung pada sektor riil. UMKM, yang menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim, mendapatkan akses permodalan yang lebih fleksibel tanpa bunga. “Skema bagi hasil dinilai lebih adil bagi pengusaha kecil karena tidak membebani di awal,” ujar seorang pengamat ekonomi daerah. Selain itu, sektor properti dan infrastruktur juga mulai banyak menggunakan skema pembiayaan syariah untuk proyek-proyek jangka panjang.

Bagaimana Perbandingannya dengan Pembiayaan Konvensional?

Meski pangsa pasar syariah terus naik, secara nominal masih di bawah pembiayaan konvensional. Namun, laju pertumbuhan tahunan (year-on-year) pembiayaan syariah di Kaltim tercatat lebih tinggi dibandingkan bank umum. Ini menunjukkan bahwa segmen ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama seiring dengan migrasi penduduk ke IKN yang diprediksi membawa kebutuhan perumahan dan konsumsi baru.

Apa yang Perlu Diketahui Warga Kaltim tentang Pembiayaan Syariah?

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk lebih jeli memilih produk keuangan. Tidak semua produk berlabel "syariah" sepenuhnya bebas riba, sehingga penting untuk memahami akad dan ketentuan di dalamnya. BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengawasi kepatuhan lembaga keuangan syariah terhadap prinsip-prinsip Islam.

Prospek ke Depan

Dengan dukungan regulasi dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, angka Rp17,71 triliun diprediksi bukanlah puncak. Ekosistem halal yang terintegrasi—dari keuangan, pariwisata, hingga kuliner—diyakini akan memperkuat posisi Kaltim sebagai salah satu pusat ekonomi syariah di Indonesia Timur.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks