Pencarian

Pembiayaan Syariah di Mahakam Ulu Melonjak 368 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur pada Triwulan IV 2025

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:08 WIB
Pembiayaan Syariah di Mahakam Ulu Melonjak 368 Persen, Tertinggi se-Kalimantan Timur pada Triwulan IV 2025
Pertumbuhan pembiayaan syariah di Mahakam Ulu mencapai 368,47 persen pada triwulan IV 2025, tertinggi di Kalimantan Timur.

MAHAKAM ULU — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan pembiayaan syariah di Kabupaten Mahakam Ulu mencapai 368,47 persen pada triwulan IV 2025. Capaian ini menempatkan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut sebagai pemilik pertumbuhan tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

Mengapa Pertumbuhan di Mahakam Ulu Paling Tinggi?

Data BI Kaltim menunjukkan bahwa dari basis yang relatif kecil, permintaan terhadap produk pembiayaan syariah di Mahulu mengalami akselerasi signifikan. Pertumbuhan ini tidak lepas dari meningkatnya literasi masyarakat terhadap skema bagi hasil dan akad yang sesuai prinsip syariah.

Kepala Perwakilan BI Kaltim menyebutkan bahwa tren ini didorong oleh kebutuhan pembiayaan sektor produktif, seperti perdagangan dan pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. “Masyarakat mulai beralih karena merasa lebih adil dengan sistem bagi hasil dibandingkan bunga tetap,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Angka Ini Bukan Sekadar Lonjakan Musiman

Pertumbuhan 368,47 persen tersebut merupakan akumulasi realisasi pembiayaan pada triwulan IV 2025. Angka ini kontras dengan pertumbuhan di kota-kota besar Kaltim seperti Balikpapan dan Samarinda yang cenderung stagnan di kisaran satu digit.

BI Kaltim menilai bahwa penetrasi lembaga keuangan syariah di Mahulu masih memiliki ruang ekspansi yang luas. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, potensi pertumbuhan di daerah ini dinilai masih akan berlanjut seiring bertambahnya kantor cabang dan agen layanan.

Apa Dampaknya bagi Ekonomi Warga?

Meningkatnya pembiayaan syariah berdampak langsung pada perputaran uang di tingkat desa. Pelaku UMKM di Mahulu kini memiliki akses lebih mudah terhadap modal kerja tanpa terbebani fluktuasi suku bunga.

Seorang pedagang di Kecamatan Long Bagun mengaku baru pertama kali mengakses pembiayaan syariah tahun lalu. “Dulu pinjam ke rentenir, bunganya tinggi. Sekarang cicilannya tetap, enak hitungnya,” katanya saat ditemui pekan lalu.

Perbandingan dengan Daerah Lain di Kaltim

Meskipun secara nominal masih kecil, laju pertumbuhan Mahakam Ulu menjadi outlier dalam peta pembiayaan syariah Kaltim. Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang, misalnya, hanya mencatat pertumbuhan di bawah 20 persen pada periode yang sama.

BI Kaltim menekankan bahwa keberhasilan Mahulu bisa menjadi model bagi daerah tertinggal lainnya. “Ini membuktikan bahwa literasi dan akses, bukan hanya pendapatan, yang menjadi kunci adopsi keuangan syariah,” kata pejabat BI tersebut.

Bagaimana Prospek Pembiayaan Syariah di Mahulu ke Depan?

Dengan tren pertumbuhan saat ini, BI memproyeksikan pangsa pasar pembiayaan syariah di Mahulu bisa terus meningkat sepanjang 2026. Namun, tantangan tetap ada, terutama pada ketersediaan sumber daya manusia perbankan yang paham produk syariah.

Pemerintah daerah diharapkan mendukung dengan menyediakan infrastruktur digital agar transaksi bisa dilakukan tanpa harus ke kantor cabang yang jaraknya puluhan kilometer dari pemukiman warga.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks