Pencarian

DKP3 Balikpapan Temukan Cacing Hati pada 7 Sapi Kurban, Warga Diminta Waspadai Ciri Infeksi yang Sering Diabaikan

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:11 WIB
DKP3 Balikpapan Temukan Cacing Hati pada 7 Sapi Kurban, Warga Diminta Waspadai Ciri Infeksi yang Sering Diabaikan
DKP3 Balikpapan menemukan cacing hati pada tujuh sapi kurban di lima titik pemotongan.

BALIKPAPAN — Temuan cacing hati pada hewan kurban jelang Iduladha bukan sekadar soal kelayakan daging. Di Balikpapan, DKP3 mengidentifikasi tujuh ekor sapi positif terinfeksi parasit Fasciola di lima titik pemotongan. Kasus ini menyoroti pentingnya pemeriksaan antemortem dan postmortem yang ketat, terutama di tengah tingginya mobilitas hewan kurban antarwilayah.

Mengapa Cacing Hati Sering Terlewat Saat Pemeriksaan?

Cacing hati atau Fasciola gigantica menyerang organ hati sapi dan kerbau. Infeksi ini kerap tidak menunjukkan gejala klinis jelas pada hewan yang masih terlihat sehat dan aktif. Petugas DKP3 baru mendeteksinya setelah hati dibelah dan ditemukan cacing berwarna cokelat kemerahan di saluran empedu.

Kondisi ini yang membuat banyak pedagang atau panitia kurban abai. Tanpa pemeriksaan pascapenyembelihan yang saksama, hati yang terinfeksi bisa lolos dan dikonsumsi. DKP3 mengimbau seluruh panitia kurban di Balikpapan untuk tidak sembarangan membuang organ yang terinfeksi, melainkan memusnahkannya dengan cara dikubur atau dibakar.

Apa Risiko Jika Hati Sapi Terinfeksi Dikonsumsi?

Parasit ini tidak menular langsung ke manusia melalui konsumsi daging, tetapi konsumsi hati mentah atau setengah matang bisa memicu infeksi fascioliasis. Gejalanya meliputi nyeri perut, demam, mual, hingga gangguan fungsi hati dalam jangka panjang.

Kepala DKP3 Balikpapan menegaskan bahwa bagian hati yang terinfeksi harus dimusnahkan total. Daging dari sapi yang sama tetap aman dikonsumsi selama tidak ada kontaminasi silang saat pemotongan. Pihaknya juga meminta warga melapor jika menemukan kejanggalan pada organ kurban.

Konteks Lebih Luas: Pengawasan Hewan Kurban di Kaltim

Temuan ini bukan yang pertama di Kalimantan Timur. Setiap menjelang Iduladha, DKP3 di berbagai kota seperti Samarinda dan Bontang rutin menemukan kasus serupa. Tingginya angka infeksi cacing hati pada sapi lokal kerap dikaitkan dengan kondisi padang penggembalaan yang basah atau dekat dengan rawa-rawa, habitat siput sebagai inang perantara parasit.

Di Balikpapan, pengawasan diperketat dengan menerjunkan tim ke setiap lokasi pemotongan. Namun, keterbatasan jumlah petugas dan volume hewan kurban yang tinggi kerap menjadi kendala. Oleh karena itu, edukasi kepada panitia kurban dan masyarakat menjadi kunci utama pencegahan.

FAQ: Apa yang Harus Dilakukan Jika Mendapatkan Hati Sapi Kurban?

Bagaimana ciri hati sapi yang terinfeksi cacing?
Hati tampak bengkak, berwarna pucat atau kekuningan, dan terdapat saluran empedu yang menebal. Jika dibelah, akan terlihat cacing pipih berwarna cokelat kemerahan di dalamnya.

Apakah daging sapi yang hatinya terinfeksi tetap aman dimakan?
Aman, selama daging dimasak hingga matang sempurna dan tidak ada kontaminasi dari hati yang terinfeksi saat proses pemotongan. Pastikan pisau dan talenan dicuci bersih setelah memisahkan organ.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks