PASER — Persaingan produk UMKM di era pasar bebas tidak hanya soal rasa atau kemasan, tapi juga konsistensi mutu. Sadar akan hal itu, PAMA KIDE bersama PT Kideco Jaya Agung dan LPB PAMA Daya Taka membekali para pelaku usaha di Kabupaten Paser dengan ilmu quality control (QC). Langkah ini diambil agar produk lokal tidak hanya laku di pasar tradisional, tapi juga mampu menembus ritel modern dan platform digital.
Pelatihan yang digelar dalam beberapa hari terakhir ini diikuti oleh puluhan perwakilan UMKM binaan. Materi yang diberikan mencakup standar pengujian produk, cara membaca spesifikasi bahan baku, hingga teknik mempertahankan cita rasa dan tekstur agar seragam di setiap produksi. “Selama ini banyak pelaku UMKM yang sudah pintar membuat produk, tapi belum paham pentingnya standar mutu. Padahal, itu yang diminta pembeli besar,” ujar perwakilan dari LPB PAMA Daya Taka dalam sambutannya.
Mengapa Quality Control Jadi Kunci UMKM Naik Kelas?
Bagi UMKM di daerah seperti Paser, tantangan terbesar bukanlah memproduksi barang, melainkan menjaga kualitasnya tetap sama dari batch ke batch. Tanpa QC, risiko produk ditolak pembeli atau tidak lolos uji sertifikasi semakin besar. Program ini menjawab kebutuhan itu dengan pendekatan praktis: peserta diajak langsung mempraktikkan cara mengecek kadar air, tingkat kematangan, hingga kebersihan produk sesuai standar industri.
Kolaborasi ini juga menandai pergeseran pola pikir dari sekadar “produksi apa adanya” menjadi “produksi yang terukur”. PAMA KIDE sebagai inisiator melihat bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal yang perlu diperkuat dari hulu. “Kami tidak hanya memberi pelatihan, tapi juga mendorong agar produk UMKM Paser bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Ilmu QC ini adalah fondasinya,” kata perwakilan PAMA KIDE.
Apa Dampaknya bagi Perekonomian Lokal Paser?
Dengan bekal quality control, UMKM binaan diharapkan tidak lagi kesulitan saat diaudit oleh distributor modern atau saat mengurus sertifikasi halal dan BPOM. Selama ini, banyak produk UMKM Paser yang potensial namun gagal tembus pasar karena tidak konsisten. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memutus rantai masalah tersebut.
Ke depan, para peserta akan didampingi secara berkala untuk memastikan ilmu yang didapat bisa diterapkan. Jika konsistensi mutu terjaga, bukan tidak mungkin produk UMKM Paser akan masuk dalam rantai pasok perusahaan besar di Kalimantan Timur. Ini sejalan dengan target pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas dan menekan angka pengangguran.
FAQ: Seputar Pelatihan Quality Control UMKM
Apakah pelatihan quality control hanya untuk produk makanan?
Tidak. Meski banyak UMKM Paser bergerak di bidang kuliner, prinsip quality control juga berlaku untuk produk kerajinan, fesyen, dan barang jadi lainnya. Standar mutu tetap menjadi syarat utama untuk menembus pasar modern.
Bagaimana cara UMKM di luar binaan bisa mengikuti program serupa?
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAMA KIDE dan mitranya. UMKM yang berminat bisa menghubungi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Paser untuk informasi jadwal pelatihan selanjutnya.