BERAU — Inovasi pakan ternak tengah diuji coba di Kalimantan Timur. UPTD Labanan, unit teknis di bawah Dinas Pertanian dan Peternakan setempat, resmi mengembangkan BioGrass Agrinak sebagai solusi pakan alternatif bagi peternak di Kabupaten Berau.
Jenis rumput ini diproyeksikan mampu mengatasi dua masalah utama peternak lokal: ketersediaan pakan berkualitas dan ketahanan tanaman di musim kemarau. BioGrass Agrinak disebut memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibanding rumput gajah atau odot yang selama ini umum ditanam.
Akar Masalah: Pakan Ternak Mahal saat Kemarau Panjang
Peternak sapi dan kambing di Berau kerap kesulitan mendapatkan hijauan pakan ternak (HPT) berkualitas saat kemarau melanda. Rumput lokal cepat mengering, sementara harga konsentrat melonjak. Kondisi ini memicu penurunan bobot badan ternak dan kerugian ekonomi bagi peternak skala kecil hingga menengah.
Pengembangan BioGrass Agrinak oleh UPTD Labanan menjadi respons atas kondisi tersebut. Dengan sifat tahan kekeringan, rumput ini diharapkan tetap hijau dan bernutrisi meski curah hujan rendah.
Mengapa BioGrass Agrinak Penting bagi Peternak Berau?
BioGrass Agrinak bukan sekadar rumput biasa. Varietas ini merupakan hasil riset yang difokuskan pada produktivitas dan efisiensi lahan. Dalam uji coba awal, rumput ini mampu tumbuh optimal di lahan kering yang selama ini dianggap kurang produktif.
Bagi peternak di kampung-kampung seperti Labanan, Kecamatan Berau, ini berarti biaya pakan bisa ditekan. Mereka tak perlu lagi membeli rumput dari luar daerah atau bergantung sepenuhnya pada pakan buatan pabrik yang harganya terus naik.
Perbandingan dengan Rumput Pakan Konvensional
Dibandingkan rumput gajah atau rumput raja, BioGrass Agrinak memiliki beberapa keunggulan. Pertama, kandungan protein kasarnya lebih tinggi, yang berpotensi mempercepat pertumbuhan ternak. Kedua, kebutuhan airnya lebih rendah, sehingga cocok ditanam di lahan tadah hujan.
Namun, petani peternak tetap perlu melakukan adaptasi teknik penanaman. UPTD Labanan disebut akan memberikan pendampingan teknis kepada kelompok ternak di sekitar lokasi uji coba.
Apa Langkah Selanjutnya?
UPTD Labanan belum merilis jadwal pasti perluasan penanaman BioGrass Agrinak ke peternak di luar area uji coba. Namun, jika hasilnya konsisten, varietas ini berpotensi direkomendasikan sebagai pakan unggulan di Kalimantan Timur.
Inovasi ini menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan populasi ternak dan swasembada daging, terutama di wilayah yang kerap dilanda kekeringan seperti pesisir utara Berau.