Pencarian

Pemkot Balikpapan Mulai Digitalisasi Data Perlinsos 2026, Wali Kota Minta Data Penerima Bansos Akurat

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:05:45 WIB
Pemkot Balikpapan Mulai Digitalisasi Data Perlinsos 2026, Wali Kota Minta Data Penerima Bansos Akurat
Wali Kota Balikpapan resmi membuka program digitalisasi data perlindungan sosial untuk peningkatan akurasi bansos.

BALIKPAPAN — Langkah ini menjadi krusial di tengah masih banyaknya temuan data ganda dan warga mampu yang tercatat sebagai penerima bansos di berbagai daerah. Kick off dan sosialisasi program telah resmi dibuka oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud sebagai tanda dimulainya transformasi data perlindungan sosial di kota minyak tersebut.

Mengapa Digitalisasi Perlinsos Mendesak Dilakukan di Balikpapan?

Selama ini, data penerima bansos di Balikpapan kerap tumpang tindih. Ada warga yang terdaftar di beberapa program sekaligus, sementara warga lain yang seharusnya menerima justru tidak tercantum. Digitalisasi Perlinsos dirancang untuk menyatukan seluruh data dalam satu sistem terpadu.

Wali Kota menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama. Tanpa data yang bersih, anggaran bansos yang digelontorkan setiap tahun berpotensi bocor ke pihak yang tidak berhak. “Program ini bukan sekadar ganti sistem, tapi memastikan setiap rupiah dari negara benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan,” ujar Rahmad Mas’ud dalam sambutannya.

Apa yang Berubah dengan Sistem Digital Ini?

Pilot project ini akan memperluas cakupan data yang sebelumnya tercatat manual menjadi berbasis digital terintegrasi. Beberapa perubahan utama yang akan dirasakan warga meliputi:

  • Verifikasi real-time: Data kependudukan langsung terkoneksi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sehingga warga yang pindah atau meninggal otomatis terhapus dari daftar penerima.
  • Pencegahan duplikasi: Sistem akan mendeteksi NIK ganda yang mendaftar di lebih dari satu program bansos.
  • Penyaluran tertarget: Bantuan tidak lagi dikirim berdasarkan data lama, melainkan kondisi terkini penerima.

Implikasi bagi Warga dan Kelurahan

Digitalisasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi administrasi di tingkat Pemkot. Bagi warga di tingkat kelurahan dan RT, sistem baru ini menuntut pembaruan data secara berkala. Petugas lapangan akan dilibatkan untuk memvalidasi data langsung ke rumah-rumah warga.

Program ini juga menjadi antisipasi atas kebijakan pemerintah pusat yang terus mendorong penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang akurat. Balikpapan menjadi salah satu kota percontohan di Kalimantan Timur untuk perluasan piloting ini.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Perlinsos Digital Balikpapan

Apakah semua penerima bansos saat ini otomatis terdaftar di sistem baru?
Tidak. Pemkot akan melakukan validasi ulang. Warga yang saat ini menerima bansos belum tentu masuk dalam data baru jika kondisi ekonominya sudah membaik atau data kependudukannya tidak sesuai.

Kapan sistem digital ini mulai berlaku penuh?
Pilot project dimulai tahun ini dengan target implementasi penuh pada 2026. Sosialisasi ke kelurahan dan kecamatan akan dilakukan secara bertahap.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks