Pencarian

Harga TBS Sawit Kaltim Periode 16-31 Mei 2026 Resmi Turun, Ini Rincian Lengkap untuk Petani Plasma

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:29:43 WIB
Harga TBS Sawit Kaltim Periode 16-31 Mei 2026 Resmi Turun, Ini Rincian Lengkap untuk Petani Plasma
Harga TBS sawit Kaltim periode 16-31 Mei 2026 mengalami penurunan akibat koreksi harga CPO dan kernel global.

SAMARINDA — Masa stabil harga TBS sawit yang sempat dinikmati petani di Kalimantan Timur hanya bertahan singkat. Memasuki akhir Mei 2026, angka di papan timbangan kembali menunjukkan tren negatif, mengancam pendapatan ribuan petani plasma yang menggantungkan hidup dari perkebunan sawit.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menyatakan bahwa kondisi ini merupakan imbas langsung dari dinamika pasar global. Harga CPO dan kernel sedang mengalami koreksi di hampir seluruh perusahaan sumber data.

“Penurunan ini tentu berdampak langsung pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ungkap Muzakkir dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).

Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanam

Data terbaru menunjukkan harga rata-rata tertimbang CPO kini berada di angka Rp 15.188,44 per kilogram. Sementara itu, harga kernel tercatat di level Rp 14.780,48 per kilogram. Merosotnya dua komoditas utama ini membuat harga beli TBS bervariasi tergantung usia tanam.

Untuk tanaman yang masih muda, yakni usia 3 tahun, harga TBS dibanderol Rp 3.176,62 per kilogram. Sedangkan untuk tanaman yang sudah memasuki usia produktif, seperti umur 10 tahun ke atas, harganya masih bertahan di angka Rp 3.617,10 per kilogram.

Berikut rincian lengkap harga TBS sawit Kaltim periode 16-31 Mei 2026:

  • Umur 3 tahun: Rp 3.176,62/kg
  • Umur 5 tahun: Rp 3.368,00/kg
  • Umur 7 tahun: Rp 3.491,80/kg
  • Umur 10 tahun ke atas: Rp 3.617,10/kg

Kemitraan dengan Pabrik Jadi Sekoci Penyelamat Petani

Muzakkir mengingatkan bahwa daftar harga tersebut merupakan standar resmi yang berlaku khusus bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PKS), terutama kebun plasma. Di tengah fluktuasi harga seperti saat ini, ikatan resmi dengan pabrik menjadi krusial.

Tanpa kemitraan, petani sawit sangat rentan menjadi sasaran permainan harga para tengkulak yang kerap mencari celah keuntungan di saat harga resmi sedang turun. “Kami berharap melalui kerja sama kelompok tani dengan pabrik, harga tetap stabil sesuai standar dan tidak dipermainkan,” tambahnya.

Mengapa Harga CPO Global Bisa Koreksi?

Penurunan harga CPO dan kernel yang terjadi saat ini bukanlah fenomena lokal. Dinamika pasar global, termasuk permintaan dari negara importir utama dan proyeksi produksi minyak nabati dunia, menjadi faktor dominan yang mempengaruhi harga di tingkat petani. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya petani sawit terhadap guncangan eksternal jika tidak memiliki jaring pengaman berupa kemitraan yang kuat.

FAQ: Apa yang Perlu Diketahui Petani?

Apakah harga ini berlaku untuk semua petani sawit di Kaltim? Tidak. Harga resmi ini hanya berlaku bagi petani yang tergabung dalam kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PKS), khususnya kebun plasma. Petani swadaya atau yang menjual ke tengkulak biasanya mendapatkan harga yang berbeda.

Kapan harga TBS sawit diperkirakan kembali naik? Dinas Perkebunan Kaltim belum bisa memproyeksikan kapan harga akan kembali pulih. Semua tergantung pada pergerakan harga CPO global yang masih dalam tren koreksi. Petani diimbau untuk terus menjalin komunikasi dengan kelompok tani dan pabrik mitra. [RIL]

Bagikan
Sumber: pranala.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks