Pencarian

PLTA Batoq Kelo 300 MW di Mahulu Disambut Otorita IKN, Proyek Strategis Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Rabu, 03 Juni 2026 • 15:58:01 WIB
PLTA Batoq Kelo 300 MW di Mahulu Disambut Otorita IKN, Proyek Strategis Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
PLTA Batoq Kelo 300 MW di Mahakam Ulu menjadi proyek strategis penguatan energi terbarukan untuk IKN.

MAHAKAM ULU — Rencana pembangunan PLTA Batoq Kelo 300 MW di Kabupaten Mahakam Ulu mendapat sambutan positif dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan ke IKN dan kawasan sekitarnya.

Otorita IKN menilai kehadiran PLTA tersebut akan menjadi ajang untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap energi fosil. Pasokan listrik dari pembangkit ramah lingkungan ini diharapkan dapat mendukung target netral karbon IKN di masa depan.

Proyek PLTA Batoq Kelo merupakan salah satu infrastruktur energi yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan penyangga IKN. Dengan kapasitas 300 MW, pembangkit ini diperkirakan mampu menyuplai sebagian besar kebutuhan listrik di ibu kota negara yang baru.

PLTA Mahulu: Sumber Energi Hijau untuk IKN

Pembangunan PLTA di Mahulu bukan sekadar proyek kelistrikan biasa. Bagi Otorita IKN, proyek ini adalah bagian dari ekosistem energi bersih yang ingin dibangun di Kalimantan Timur.

Energi hijau dari PLTA Batoq Kelo dinilai lebih stabil dan ramah lingkungan dibandingkan pembangkit berbasis batu bara yang selama ini mendominasi pasokan listrik di provinsi tersebut. Keberadaan PLTA ini juga sejalan dengan visi IKN sebagai kota hutan dan kota cerdas yang rendah emisi.

Mengurangi Ketergantungan pada Batu Bara

Kalimantan Timur selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi fosil nasional. Namun, transisi ke energi baru terbarukan (EBT) menjadi keniscayaan, terutama setelah penetapan IKN sebagai pusat pemerintahan.

PLTA Batoq Kelo diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam bauran energi di kawasan IKN. Dengan kapasitas 300 MW, pembangkit ini mampu menggantikan sebagian pasokan listrik dari PLTU yang masih menggunakan batu bara.

Apa Dampak PLTA Batoq Kelo bagi Warga Sekitar?

Selain untuk IKN, proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Mahakam Ulu dan daerah sekitarnya. Pasokan listrik yang lebih andal diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor UMKM dan industri kecil.

Namun, Otorita IKN juga mengingatkan pentingnya kajian lingkungan dan sosial yang matang agar pembangunan PLTA tidak menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem sungai dan masyarakat adat di wilayah hulu.

Bagaimana Progres Pembangunan PLTA di Mahulu?

Hingga saat ini, proyek PLTA Batoq Kelo masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Otorita IKN menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target.

Belum ada jadwal pasti kapan pembangunan fisik dimulai, namun proyek ini masuk dalam prioritas jangka menengah untuk mendukung kebutuhan listrik IKN yang terus meningkat.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks