PENAJAM — Rumah singgah milik Dinas Sosial PPU menjadi andalan utama untuk merawat warga terlantar dan ODGJ yang ditemukan di wilayah tersebut. Fasilitas ini menyediakan tempat tinggal sementara sekaligus pendampingan dasar bagi mereka yang tidak memiliki keluarga atau tempat bernaung.
Kepala Dinsos PPU, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, mengakui bahwa kapasitas rumah singgah masih bisa dioptimalkan. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah minimnya jumlah personel yang bertugas merawat dan mengawasi para penghuni setiap hari.
Minim Personel Jadi Kendala Pelayanan Maksimal
Petugas yang ada saat ini dinilai belum ideal untuk menangani jumlah warga terlantar dan ODGJ yang terus bertambah. Hal ini berdampak pada kualitas pendampingan dan pengawasan, terutama bagi ODGJ yang membutuhkan perhatian lebih intensif.
“Personel kami terbatas. Sementara jumlah warga yang masuk ke rumah singgah cukup fluktuatif. Ini tantangan agar pelayanan tetap optimal,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos PPU.
Rumah Singgah sebagai Solusi Sementara bagi PMKS
Rumah singgah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan. Dinsos PPU juga berupaya melakukan identifikasi dan penelusuran asal-usul warga terlantar, termasuk menghubungi keluarga mereka jika memungkinkan. Bagi ODGJ, penanganan awal difokuskan pada stabilisasi kondisi sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan jiwa yang lebih memadai.
Langkah ini menjadi penting mengingat PPU merupakan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mobilitas penduduknya tinggi. Potensi munculnya warga terlantar dari luar daerah pun cukup besar.
Dinsos PPU Berencana Tambah Tenaga Pengelola
Untuk mengatasi keterbatasan personel, Dinsos PPU tengah mengajukan penambahan tenaga pengelola rumah singgah. Rencananya, rekrutmen tenaga kontrak atau relawan terlatih akan dilakukan agar pelayanan terhadap warga terlantar dan ODGJ bisa berjalan lebih maksimal ke depannya.
Selain itu, koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit jiwa terdekat terus diperkuat untuk memastikan ODGJ mendapatkan penanganan medis yang tepat.