Pencarian

6 Bulan Belajar Lesehan di SDN 013 Sambutan Samarinda, Siswa Bawa Meja Lipat dari Rumah

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:56:01 WIB
6 Bulan Belajar Lesehan di SDN 013 Sambutan Samarinda, Siswa Bawa Meja Lipat dari Rumah
Siswa SDN 013 Sambutan belajar lesehan selama enam bulan tanpa meja dan kursi di ruang kelas baru.

SAMARINDA — Aktivitas belajar mengajar di SDN 013 Sambutan, Samarinda, berlangsung tidak lazim sejak awal semester dua. Puluhan siswa harus duduk lesehan di ruang kelas baru yang belum memiliki fasilitas meja dan kursi.

Keterbatasan itu sudah berlangsung sekitar enam bulan. Sebagian siswa kemudian membawa meja lipat sendiri dari rumah untuk menunjang kegiatan menulis dan mengerjakan tugas.

Konsentrasi Belajar Terganggu Akibat Posisi Duduk di Lantai

Guru Kelas III SDN 013 Sambutan, Dian Kuswoyo, mengatakan posisi duduk di lantai membuat siswa lebih cepat lelah. Kondisi itu berpengaruh langsung terhadap konsentrasi mereka selama mengikuti pelajaran.

“Pembelajaran tentu tidak senyaman jika siswa menggunakan meja dan kursi. Saat duduk di lantai, mereka lebih cepat merasa lelah sehingga konsentrasi belajar juga menjadi lebih terbatas,” ujar Dian.

Orang Tua Ambil Inisiatif, Sekolah dan Wali Murid Sepakat Cari Solusi

Pihak sekolah bersama orang tua murid kemudian berdiskusi dan menyepakati solusi agar kegiatan belajar tetap berlangsung normal pada sesi pagi. Kesepakatan itu melahirkan inisiatif membawa meja lipat dari rumah.

“Meja yang digunakan saat ini memang dibawa masing-masing siswa dari rumah sebagai bentuk dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak-anak,” jelas Dian.

Menurut Dian, tidak ada keluhan berarti dari para orang tua. Mereka justru mendukung langkah tersebut karena menganggap yang terpenting adalah anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran tanpa harus kembali ke sistem dua shift.

“Orang tua memahami kondisi yang ada dan mendukung upaya sekolah. Selama kebutuhan belajar anak-anak tetap terpenuhi, mereka tidak mempermasalahkan penggunaan meja lipat dari rumah,” tambahnya.

Disdikbud Samarinda Sebut Ini Kebijakan Internal Sekolah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Ibnu Araby, menilai langkah yang diambil sekolah merupakan kebijakan internal untuk menyiasati keterbatasan fasilitas yang ada. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lebih lanjut dari Disdikbud mengenai kapan ruang kelas baru tersebut akan dilengkapi mebel.

Bagikan
Sumber: borneoflash.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks