BONTANG — Ketua DPRD Kota Bontang mendorong warga untuk mulai memprioritaskan kebutuhan pokok dan mengurangi pengeluaran yang tidak esensial. Langkah ini dinilai penting sebagai antisipasi terhadap fluktuasi harga barang kebutuhan sehari-hari yang masih terjadi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berhemat. Ini bukan sekadar imbauan, tapi kebutuhan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ujar Ketua DPRD Bontang dalam keterangan yang diterima, kemarin.
Prioritas Belanja Harus Diubah
Menurutnya, pola konsumsi rumah tangga perlu disesuaikan dengan pendapatan. Warga diminta tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif yang justru memperberat beban ekonomi keluarga.
“Belanjalah sesuai skala prioritas. Jangan sampai kebutuhan sekunder mengalahkan pemenuhan pangan dan pendidikan anak,” imbuhnya.
Efek Domino Harga Bahan Pokok
Imbauan ini muncul di saat harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Bontang menunjukkan tren kenaikan. Meski pemerintah kota telah menggelar operasi pasar, tekanan harga masih dirasakan oleh warga berpenghasilan menengah ke bawah.
Ketua DPRD juga meminta pemerintah daerah untuk terus memantau distribusi barang dan memastikan tidak ada spekulasi harga yang merugikan konsumen. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemkot, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Peran Aktif RT dan RW
Lebih lanjut, ia mengajak ketua RT dan RW untuk ikut menyosialisasikan gerakan hemat ini di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pendekatan dari bawah akan lebih efektif menjangkau warga secara langsung.
“Kami harap para pemimpin di tingkat kelurahan dan RT bisa menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warganya. Gotong royong menghadapi situasi seperti ini adalah ciri khas kita sebagai masyarakat Bontang,” pungkasnya.