Pencarian

Pemkot Bontang Terima 1.033 Usulan Bantuan Pasang Baru Listrik 2026, Gunung Telihan Jadi Kelurahan Terbanyak

Senin, 22 Juni 2026 • 17:44:01 WIB
Pemkot Bontang Terima 1.033 Usulan Bantuan Pasang Baru Listrik 2026, Gunung Telihan Jadi Kelurahan Terbanyak
Pemkot Bontang menerima 1.033 usulan bantuan pasang baru listrik untuk tahun 2026.

BONTANG — Angka usulan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Kota Bontang untuk tahun 2026 mencapai 1.033 kepala keluarga. Data ini dihimpun oleh Pemerintah Kota Bontang dari berbagai kelurahan, dan menjadi indikasi masih adanya warga yang membutuhkan akses listrik perdana.

Dari total usulan tersebut, Kelurahan Gunung Telihan mencatat jumlah pemohon tertinggi. Wilayah ini kerap menjadi perhatian dalam program elektrifikasi karena kondisi geografisnya yang berbukit dan pemukiman yang tersebar.

Mengapa Warga Gunung Telihan Paling Banyak Mendaftar?

Kepala Dinas Perindustrian, Ketenagakerjaan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Bontang, sebut saja namanya, menjelaskan bahwa tingginya angka usulan di Gunung Telihan tidak lepas dari karakteristik wilayah. Banyak rumah tangga di sana berada di lokasi yang sulit dijangkau jaringan listrik eksisting.

Kondisi ini membuat mereka belum pernah menikmati layanan listrik secara resmi. Program BPBL hadir sebagai solusi untuk menyambungkan rumah-rumah tersebut ke jaringan PLN tanpa biaya sambung dari warga.

Skema dan Target Program BPBL 2026

Program Bantuan Pasang Baru Listrik merupakan inisiatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang disalurkan melalui pemerintah daerah. Di Bontang, usulan yang masuk akan diverifikasi dan divalidasi oleh tim teknis sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Pemkot Bontang menargetkan agar seluruh usulan yang memenuhi syarat dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026. Proses verifikasi mencakup pemeriksaan data kependudukan, status kepemilikan rumah, dan belum teraliri listrik.

Bantuan ini mencakup pemasangan sambungan baru hingga ke dalam rumah, termasuk instalasi dasar dan pembelian token listrik perdana. Pemerintah berharap program ini bisa meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah perkotaan yang masih memiliki kantong-kantong rumah tangga tanpa listrik.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Jumlah usulan tahun 2026 yang mencapai 1.033 KK menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2025, Pemkot Bontang tercatat hanya menerima sekitar 800 usulan dari berbagai kelurahan. Lonjakan ini didorong oleh sosialisasi yang lebih masif dan pendataan berbasis RT/RW.

Peningkatan angka usulan juga menandakan masih adanya kesenjangan akses listrik di tengah kota. Meski Bontang dikenal sebagai kota industri, pemukiman di wilayah perbukitan seperti Gunung Telihan kerap tertinggal dari sisi infrastruktur dasar.

Apa Langkah Selanjutnya bagi Pemohon?

Warga yang sudah mendaftar diminta untuk menyiapkan dokumen kependudukan dan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Proses verifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung pada awal 2026, melibatkan petugas dari Disperindag ESDM dan PLN setempat.

Pemkot Bontang mengimbau warga untuk tidak tergiur oknum yang menjanjikan kelulusan program dengan imbalan tertentu. Seluruh proses BPBL gratis dan tidak dipungut biaya.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks