Pencarian

Rutan Samarinda Dipadati 1.300 Warga Binaan, Pemkot Gelar Skrining TB dan Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:38:01 WIB
Rutan Samarinda Dipadati 1.300 Warga Binaan, Pemkot Gelar Skrining TB dan Cek Kesehatan Gratis
Wakil Wali Kota Samarinda meninjau pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan Rutan Kelas I Samarinda, Senin (3/8/2026).

SAMARINDA — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, meninjau langsung jalannya pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan Rutan Kelas I Samarinda, Senin (3/8/2026). Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang memadati area pemeriksaan sejak pagi.

"Alhamdulillah, antusiasme pegawai dan warga binaan Rutan Kelas I Samarinda sangat luar biasa dalam mengikuti kegiatan CKG ini. Inilah bentuk kebersamaan dan sinergi yang bagus antara Pemerintah Kota Samarinda dengan pihak rutan," ujarnya.

Deteksi Dini Cegah Penularan di Ruang Padat Penghuni

Saefuddin menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit kronis maupun menular di lingkungan pemasyarakatan. Jika ditemukan indikasi penyakit, pihak rutan dapat segera melakukan isolasi dan pengobatan sebelum menyebar ke warga binaan lain.

"Jangan sampai ada yang sakit, apalagi penyakit kronis. Melalui pemeriksaan ini, jika ditemukan indikasi penyakit menular, pihak rutan bisa segera mengisolasi dan menyembuhkannya terlebih dahulu," katanya.

Kapasitas Ideal 450 Orang, Dihuni 1.300 Warga Binaan

Kegiatan ini menyasar sekitar 1.300 warga binaan dan pegawai rutan. Padahal, daya tampung ideal Rutan Kelas I Samarinda hanya sekitar 450 orang. Kondisi ini membuat risiko penularan penyakit, terutama TB, menjadi perhatian serius.

Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Endang Lintang Hardiman, menyebut kesadaran warga binaan untuk memeriksakan diri cukup tinggi. Sebagian besar kasus TB yang ditemukan berasal dari warga binaan baru yang masuk ke rutan.

Warga Binaan Baru Dominasi Kasus TB, Isolasi Ketat Diterapkan

"Jika ada yang terdeteksi TB, langsung kami isolasi di ruang khusus dan fokus disembuhkan oleh tenaga medis. Setelah dinyatakan benar-benar sembuh, baru mereka diizinkan bergabung kembali dengan warga binaan yang sehat," jelas Endang.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dijadwalkan secara berkala untuk memutus mata rantai penularan TB di lingkungan rutan.

"Jika kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, saya yakin dan percaya tidak akan ada lagi penularan TB di lingkungan Rutan Samarinda," pungkasnya.

Target Berikutnya: Lapas Narkotika Bayur

Program CKG dan skrining TB ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan Pemkot Samarinda di seluruh lembaga pemasyarakatan. Setelah sebelumnya digelar di Lapas Kelas II Samarinda dan kini di Rutan Kelas I, kegiatan serupa akan menyusul dilaksanakan di Lapas Narkotika Bayur.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbontang.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks