KALIMANTAN TIMUR — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan LRT Jakarta bakal diperpanjang dari Manggarai hingga Dukuh Atas. Target operasional ruas baru ini dijadwalkan rampung pada Agustus 2028.
"Untuk penyambungan atau penyelesaian trase ini, saya sudah berdiskusi dengan Asisten Keuangan dengan Ibu Eli, dan juga dengan Jakpro, kita akan mulai tahun depan ini. Dananya sudah tersedia dan diharapkan selesai pada bulan Agustus 2028," kata Pramono di Stasiun LRT Manggarai, Kamis (13/8).
Progres Lintas Velodrome-Manggarai Capai 97,9 Persen
Sebelum perpanjangan ke Dukuh Atas dimulai, pemprov tengah menuntaskan lintas Velodrome-Manggarai sepanjang 6,4 kilometer. Ruas ini merupakan bagian dari jalur utama Kelapa Gading-Manggarai yang totalnya mencapai 12,2 kilometer.
Koridor yang menyerap investasi Rp12,1 triliun itu bakal melayani 11 titik pemberhentian. Pramono menargetkan lintas Velodrome-Manggarai mulai beroperasi pada akhir Agustus mendatang.
Proyeksi Penumpang Tembus 80.000 Orang per Hari
Setelah lintas Kelapa Gading-Manggarai beroperasi penuh, Pemprov DKI memproyeksikan jumlah penumpang mencapai sekitar 60.000 orang per hari pada tahap awal. Angka tersebut diperkirakan meningkat hingga 80.000 penumpang per hari dalam kondisi normal.
Layanan LRT Jakarta direncanakan beroperasi dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Satu rangkaian kereta memiliki kapasitas angkut maksimal 275 penumpang.
Konektivitas ke JIS dan Stasiun Whoosh Halim
Perpanjangan ke Dukuh Atas bukan satu-satunya rencana ekspansi yang disiapkan. Pemprov DKI juga mendorong perluasan konektivitas dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta dari Velodrome menuju kawasan kereta cepat Whoosh di Halim.
"Sehingga dengan demikian kalau itu sudah terkoneksi, hampir semua terkoneksi kecuali mungkin penyelesaian untuk MRT dari Barat ke Timur, dan kalau itu sudah dilakukan, saya yakin penggunaan transportasi umum di Jakarta akan meningkat secara signifikan," ujar Pramono.
Rencana penyambungan ini menjadi bagian dari upaya integrasi moda transportasi massal di Ibu Kota. Jika seluruh proyek konektivitas tuntas, warga Jakarta bakal memiliki pilihan moda yang lebih terintegrasi antara LRT, MRT, dan kereta cepat.