Pencarian

Netflix Tutup Night School Studio, Developer Oxenfree, Sebulan Setelah Puji Game Terbarunya

Jumat, 14 Agustus 2026 • 09:03:01 WIB
Netflix Tutup Night School Studio, Developer Oxenfree, Sebulan Setelah Puji Game Terbarunya
Netflix menutup Night School Studio, pengembang Oxenfree, sebulan setelah memuji performa game terakhirnya, Unhinged.

KALIMANTAN TIMUR — Kabar penutupan ini pertama kali dilaporkan oleh Game File dan kemudian dikonfirmasi langsung oleh perwakilan Netflix kepada PC Gamer. Langkah ini merupakan bagian dari "perubahan organisasi" yang dilakukan perusahaan streaming tersebut untuk fokus pada area bisnis game tertentu. Bersamaan dengan itu, Netflix juga memangkas sejumlah posisi lain di divisi game, meski jumlah pastinya tidak diungkap.

Kronologi Singkat: Dari Akuisisi Hingga Penutupan

Night School Studio diakuisisi Netflix pada tahun 2021 sebagai studio game pertama mereka. Sebelumnya, studio ini dikenal lewat Oxenfree (2016) yang memenangkan banyak penghargaan, diikuti Afterparty, dan sekuelnya Oxenfree 2: Lost Signals pada 2023. Sementara itu, Moonloot Studio yang berbasis di Helsinki baru didirikan Netflix pada 2022.

Game terakhir Night School, Unhinged, dirilis pada 30 Juni 2025. Dalam laporan pendapatan kuartal kedua Netflix, co-CEO Gregory Peters secara khusus menyebut Unhinged dan FIFA World Cup: Launch Edition sebagai dua debut cloud gaming paling sukses. "Kami benar-benar melihat ini berhasil," ujarnya kala itu. Namun, hanya 28 hari setelah pernyataan tersebut, keputusan penutupan justru diumumkan.

Nasib Game Sebelumnya dan Perubahan Arah Strategi

Dengan ditutupnya Night School, masa depan franchise Oxenfree kini berada dalam ketidakpastian. Sebelumnya, Netflix sempat membentuk tim internal bernama Team Blue yang digadang-gadang menjadi "hal besar berikutnya" di industri game. Tim tersebut ditutup tanpa sempat merilis satu game pun. Beberapa minggu setelahnya, VP games perusahaan beralih menjadi VP generative AI untuk games, dan beberapa bulan kemudian ia meninggalkan Netflix sepenuhnya.

Perusahaan kini fokus pada empat area utama: konten anak-anak (Netflix Playground), game pesta (Netflix Minigolf), game naratif (Unhinged), dan game mainstream (FIFA World Cup). Fokus ini juga sejalan dengan langkah Netflix yang sedang mencari Direktur Generative AI untuk Games dengan gaji mencapai USD 840.000 (sekitar Rp 13,2 miliar) per tahun, menandakan pergeseran strategi ke arah pengembangan berbasis AI.

Reaksi dan Dampak bagi Industri Game

Penutupan ini terjadi setelah Netflix sempat mengeluarkan pernyataan yang menyebut Unhinged sebagai game dengan performa terbaik mereka di cloud gaming. "Kami berterima kasih atas kerja Night School dalam mendorong batas-batas storytelling melalui game dengan Unhinged," kata juru bicara Netflix. Meski begitu, keputusan bisnis tetap diambil kurang dari dua bulan setelah game tersebut dirilis.

Langkah ini menambah daftar panjang studio game yang tutup di tengah gejolak industri, sekaligus menegaskan bahwa kesuksesan kreatif tidak selalu menjamin kelangsungan bisnis. Bagi pemain yang sudah menantikan kelanjutan kisah dari Night School, kabar ini menjadi pukulan telak dan sinyal bahwa Netflix semakin selektif dalam portofolio game-nya ke depan.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks