Pencarian

Star Wars: Zero Company Sukses di Pasaran, 80 Persen Karyawan Bit Reactor Justru Dirumahkan

Selasa, 01 September 2026 • 16:18:31 WIB
Star Wars: Zero Company Sukses di Pasaran, 80 Persen Karyawan Bit Reactor Justru Dirumahkan
Sebanyak 80 persen karyawan Bit Reactor dirumahkan setelah peluncuran Star Wars: Zero Company.

KALIMANTAN TIMUR — Kesuksesan Star Wars: Zero Company di pasaran tidak berbanding lurus dengan kondisi internal pengembangnya. Bit Reactor, studio di balik game taktis tersebut, dilaporkan merumahkan mayoritas karyawannya hanya beberapa pekan sebelum game diluncurkan. Laporan dari Game File menyebutkan bahwa sekitar 80 persen staf ditempatkan pada status furlough atau cuti tanpa gaji karena studio kekurangan dana.

Krisis Internal di Balik Kesuksesan Star Wars: Zero Company

Situasi ini pertama kali mencuat dari unggahan LinkedIn Zachariah Scott, senior technical artist di Bit Reactor, yang menuduh pihak studio menyembunyikan fakta perumahan massal tersebut. Scott kemudian mengungkapkan bahwa hampir selusin rekannya telah dirumahkan dalam waktu yang hampir bersamaan. Seorang juru bicara Bit Reactor membenarkan bahwa "banyak" staf terkena dampak, namun menolak berkomentar lebih rinci mengenai skala pastinya.

Yang menarik, pihak studio menegaskan kebijakan ini tidak ada hubungannya dengan EA sebagai penerbit atau Disney selaku pemilik hak kekayaan intelektual Star Wars. Namun, juru bicara tersebut menyatakan harapan untuk mempekerjakan kembali para pengembang dengan gaji yang dipulihkan, dan meyakini peluncuran Zero Company akan membantu kondisi keuangan perusahaan. Di sisi lain, Scott meragukan semua karyawan yang terdampak akan benar-benar dipanggil kembali.

Dua Co-Founder Berseteru, Karyawan Jadi Korban

Akar masalah ini sebenarnya bukan sekadar kekurangan dana, melainkan konflik kepemilikan internal yang berlarut. Salah satu co-founder, Alison Kelly, menggugat pada 2024 dengan tuduhan ia diusir dari perusahaan. Kelly mengklaim kerugian sebesar USD 20 juta (sekitar Rp 325 miliar) dan menilai nilai studio mencapai dua kali lipat dari angka tersebut. Di sisi lain, co-founder lainnya, Greg Foertsch, mengklaim kepemilikan tunggal dan mempertanyakan performa kerja Kelly—tuduhan yang langsung dibantahnya.

Dalam dokumen gugatan yang diperbarui pada Agustus, terungkap bahwa gelombang perumahan ini sebenarnya pertama kali direncanakan untuk dibawa ke pengadilan pada Juni. Sengketa hukum yang awalnya hanya soal hak kepemilikan ini kini berdampak langsung pada nasib puluhan karyawan yang menunggu kepastian di tengah ketidakjelasan status perusahaan.

Ironi di Tengah Pujian Kritikus

Kondisi ini menjadi sangat ironis mengingat Star Wars: Zero Company baru saja mencatatkan prestasi gemilang. Game yang mengusung gameplay taktis dan penggambaran mendalam tentang alam semesta Star Wars ini mendapat sambutan hangat dari para kritikus dan pemain. Bahkan, game tersebut dengan cepat menempati posisi teratas daftar Top Seller di Steam, menunjukkan kesuksesan finansial yang signifikan di tengah gejolak internal yang terjadi di balik layar.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kejelasan apakah seluruh karyawan yang dirumahkan akan mendapatkan kembali pekerjaannya. Yang jelas, masa depan Bit Reactor kini bergantung pada bagaimana kedua pendirinya menyelesaikan pertikaian hukum, sementara para staf yang menjadi tulang punggung produksi Zero Company harus menunggu nasib mereka di tengah ketidakpastian.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: eurogamer.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks