Pencarian

DPRD Bontang Terima Aduan Pungli Nomor Antrean Solar Rp 100 Ribu di Tiga SPBU, Sopir Truk Lokal Jadi Korban

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 19:16:01 WIB
DPRD Bontang Terima Aduan Pungli Nomor Antrean Solar Rp 100 Ribu di Tiga SPBU, Sopir Truk Lokal Jadi Korban
DPRD Bontang menerima aduan praktik pungli nomor antrean solar bersubsidi di tiga SPBU di tengah kota.

BONTANG — Praktik percaloan nomor antrean BBM bersubsidi jenis solar diduga terjadi di sejumlah SPBU yang tersebar di tengah Kota Bontang. Para sopir yang hendak membeli solar harus merogoh kocek ekstra hingga Rp 100 ribu jika ingin mendapatkan nomor antrean, di luar harga resmi BBM.

Informasi ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, saat mengikuti rapat koordinasi dengan Pemkot Bontang pada Jumat (28/8/2026) kemarin. Ia menduga praktik itu melibatkan oknum internal SPBU atau koordinator antrean yang tidak bertanggung jawab.

"Saya dapat banyak aduan terkait hal itu. Semoga saja tidak benar. Tapi harus ditelusuri. Biar BBM subsidi solar antreannya tidak mengular dan subsidi ini bisa tepat sasaran," ucap Alfin.

Modus Operator Tawarkan Antrean Khusus

Kecurigaan tersebut diperkuat oleh kesaksian seorang sopir truk lokal yang diwawancarai media ini. Ia mengaku kerap kesulitan mendapatkan nomor antrean karena dalam sekejap langsung ludes dibooking.

Saat mencoba melobi petugas SPBU untuk mendapatkan jatah antrean, sang operator justru menyebut nomor antrean sudah habis dan hanya menyisakan slot khusus dengan syarat membayar Rp 100 ribu.

"Beberapa kawan mengalami hal seperti itu. Coba dilihat saja truk yang antre itu mayoritas kendaraan tua. Bahkan dinilai tidak layak. Justru kami yang memakai truk untuk sumber pencaharian malah kesulitan dapat," terangnya.

Usulan Pengelolaan Antrean oleh Pemkot

Menanggapi temuan ini, politikus Golkar itu mengusulkan agar skema pengambilan nomor antrean dialihkan pengelolaannya ke Pemkot Bontang. Langkah ini dinilai mampu memutus rantai praktik pungli yang merugikan sopir.

"Jadi kalau ada pungli bisa langsung diungkap. Kalau sekarang kan sulit, pasti tidak ada yang mau mengaku," tuturnya.

Alfin mencontohkan, pengelolaan oleh pemkot tidaklah rumit. Satu SPBU bisa mengeluarkan 100 nomor antrean per hari. Dengan tiga SPBU penjual solar subsidi, total ada 300 nomor yang bisa didistribusikan secara transparan.

Tiga SPBU di Tengah Kota Jadi Titik Rawan

Adapun tiga SPBU yang melayani pembelian solar subsidi di Bontang adalah SPBU Akawy, SPBU Tanjung Laut, dan SPBU di Kilometer 3. Ketiga lokasi ini berada di kawasan padat lalu lintas di tengah kota.

Alfin juga menyoroti perlunya pengaturan jam operasional pembelian solar. Hal ini untuk mencegah terjadinya antrean panjang yang dapat mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU sekaligus meminimalisir celah praktik percaloan. (*)

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: klikkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks