Pencarian

Empat Calon Rektor ITK Balikpapan Jago Strategi Dukung IKN, dari Kurikulum Adaptif hingga Kampus Riset Dunia

Jumat, 21 Agustus 2026 • 15:38:31 WIB
Empat Calon Rektor ITK Balikpapan Jago Strategi Dukung IKN, dari Kurikulum Adaptif hingga Kampus Riset Dunia
Empat bakal calon Rektor ITK periode 2026–2030 memaparkan strategi pengembangan kampus berbasis IKN dalam sidang terbuka di Balikpapan, Kamis.

Sidang terbuka pemilihan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi ajang adu gagasan empat bakal calon untuk periode 2026–2030. Keempatnya kompak menempatkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat strategi pengembangan kampus, mulai dari kurikulum adaptif hingga hilirisasi riset. Pemaparan visi misi ini dinilai sebagai kompas penting bagi kemajuan sains dan teknologi ITK di masa mendatang.

BALIKPAPAN — Empat bakal calon Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) periode 2026–2030 memaparkan strategi pengembangan kampus yang berpijak pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Sidang Terbuka di kampus setempat, Kamis. Para kandidat tidak hanya fokus pada pertumbuhan jumlah mahasiswa, tetapi juga relevansi pendidikan dengan industri dan posisi strategis ITK di Pulau Kalimantan.

Rektor ITK, Prof Agus Rubiyanto, menilai tahapan ini menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk menilai arah kepemimpinan serta strategi pengembangan kampus teknologi tersebut selama empat tahun ke depan. "Gagasan, inovasi dan program yang disampaikan para bakal calon hari ini akan menjadi kompas penting bagi arah kebijakan serta kemajuan sains dan teknologi ITK di masa mendatang," ujarnya di Balikpapan.

Keempat kandidat yang maju adalah Prof Imam Abadi, Dr Moch. Purwanto, Prof Agung Purniawan, dan Prof Fredy Kurniawan. Seluruh kandidat menitikberatkan sektor pendidikan, riset, inovasi, sumber daya manusia (SDM), digitalisasi, kemitraan, internasionalisasi, dan tata kelola sebagai fondasi pengembangan institusi.

Visi INSUN dan Enam Pilar dari Prof Imam Abadi

Prof Imam Abadi mengusung visi INSUN atau Innovative, Smart, Sustainable University for Nusantara yang ditopang enam pilar utama. Visi tersebut merujuk pada semboyan Menerangi Masa Depan Nusantara: ITK Berdampak, Nusantara Berdaya.

Pilar yang ditawarkan mencakup pendidikan adaptif berkarakter hingga transformasi digital. Gagasan ini dirancang agar ITK mampu menjawab kebutuhan zaman yang berubah cepat seiring hadirnya IKN di Kalimantan Timur.

Lima Arah Pengembangan ala Dr Moch. Purwanto

Berbeda dengan kandidat pertama, Dr Moch. Purwanto menawarkan lima arah pengembangan ITK yang mencakup pendidikan unggul, riset berdampak, transformasi digital, kemandirian institusi, serta tata kelola dan SDM unggul.

Program kerjanya meliputi revitalisasi kurikulum adaptif, pembentukan kelompok riset, hilirisasi penelitian, penguatan perpustakaan digital, serta pengembangan jejaring alumni dan unit usaha kampus. Langkah ini diarahkan untuk membangun kemandirian institusi di tengah kompetisi perguruan tinggi.

ITK RISE 2045: Kampus Riset Dunia Berakar Kearifan Lokal

Prof Agung Purniawan membawa konsep ITK RISE 2045 yang berbasis Research, Innovation, Sustainability, dan Excellence. Ia menargetkan ITK menjadi perguruan tinggi riset berkelas dunia yang tetap berakar pada kearifan lokal Kalimantan.

Untuk mewujudkannya, ia menawarkan program kurikulum berbasis proyek, magang industri terstruktur, laboratorium berstandar internasional, Science Techno Park, serta akreditasi internasional. Target ini selaras dengan kebutuhan IKN akan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi.

Daya Saing Global dan Pembangunan Berkelanjutan dari Prof Fredy Kurniawan

Prof Fredy Kurniawan menekankan tiga aspek utama, yaitu daya saing global, kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, ITK harus menjadi pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi yang mendunia, namun tetap membumi pada kearifan lokal.

Secara umum, pemaparan keempat bakal calon menunjukkan arah masa depan ITK yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, melainkan juga pada riset berdampak nyata. Posisi strategis ITK dalam mendukung pembangunan IKN menjadi benang merah dari seluruh gagasan yang ditawarkan. Proses pemilihan rektor selanjutnya akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin institusi ini menghadapi tantangan besar di era IKN.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks