KALIMANTAN TIMUR — Layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi warga terdampak gempa di NTT berjalan di tengah aktivitas seismik yang masih terjadi. Berdasarkan rekapitulasi hingga Senin (24/8) sore, sebanyak 358 dokumen telah diterbitkan, meliputi KTP elektronik (KTP-el), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran.
Tim yang dipimpin Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, langsung bergerak ke lokasi pengungsian dan kantor dinas setempat. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar pelayanan publik dasar tidak lumpuh pascabencana.
Instruksi Kemendagri dan Kondisi Kantor Dukcapil
"Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi," kata Tito saat meninjau posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo pekan lalu.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengerahkan enam tim unit pelayanan ke tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores. Selain Manggarai Barat, tim teknis diterjunkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Di Labuan Bajo, rombongan meninjau Kantor Dinas Dukcapil Manggarai Barat yang dindingnya mengalami retakan akibat guncangan gempa. Meski bangunan rusak, pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan. Kedatangan tim diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, serta Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat, Valentinus Andi.
Bantuan Perangkat dan Blangko KTP-el dari Pusat
Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan hibah berupa dua outer atau setara 4.000 keping blangko KTP-el. Selain itu, satu unit perangkat internet Starlink, SIM card, ribbon, film, cleaning kit, kertas A4 80 gram, dan printer inkjet turut diberikan untuk mendukung percepatan layanan.
Sebuah alat rekam KTP-el portabel atau mobile enrollment juga dipinjamkan agar petugas bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Hani menegaskan seluruh penggantian dokumen warga terdampak bencana dipastikan cepat dan gratis.
"Perangkat Starlink dan alat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di daerah bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Seluruh penggantian dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana dipastikan cepat dan gratis," ujar Hani.
Apresiasi Pemda dan Kesiapan Jajaran di Lapangan
Pius Baut menyampaikan terima kasih atas perhatian Ditjen Dukcapil. Menurutnya, bantuan sarana pendukung seperti Starlink dan tambahan blangko KTP-el sangat krusial mengingat kelancaran sinyal dan pasokan logistik kependudukan amat dibutuhkan di area bencana.
Valentinus Andi memastikan jajarannya siap mendatangi titik-titik terdampak bersama tim pusat. "Meskipun bangunan kantor kami mengalami retak-retak, semangat anggota di lapangan tidak surut. Dengan adanya alat rekam portable dan ketersediaan blangko dari pusat, kami siap menyisir warga yang kehilangan dokumen di desa-desa terdampak," tuturnya.
Tim juga menyambangi Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kantor BPBD Manggarai Barat. Di lokasi tersebut, koordinasi dilakukan dengan Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dan Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin. Hingga Senin sore, aktivitas seismik masih berlangsung dengan sejumlah gempa susulan berkekuatan di bawah magnitudo 4. Saat peninjauan berlangsung, tercatat guncangan berkekuatan 2,6 SR di sekitar pesisir Kabupaten Manggarai, Ruteng.