Pencarian

Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG, Andalkan PLTS 100 GW

Selasa, 25 Agustus 2026 • 19:16:01 WIB
Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG, Andalkan PLTS 100 GW
Prabowo menargetkan Indonesia menghentikan impor minyak dan LPG serta mengandalkan PLTS berkapasitas 100 GW.

KALIMANTAN TIMUR — Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo di tengah peluncuran program ambisius PLTS 100 GWp. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam hal energi, tanpa perlu khawatir terhadap gejolak apa pun yang terjadi di belahan dunia lain.

"Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun," ujar Prabowo di hadapan para pejabat dan pelaku industri energi.

Mengapa Target Ini Dinilai Krusial?

Saat ini, total kapasitas listrik terpasang di Indonesia tercatat sekitar 88 GW. Dengan tambahan 100 GW dari tenaga surya, kapasitas tersebut bakal berlipat ganda. Langkah ini dinilai menjadi fondasi utama untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi beban APBN yang selama ini tersedot untuk subsidi impor energi.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan matahari. Prabowo menyebut potensi panas bumi yang besar serta ladang-ladang gas yang telah ditemukan sebagai sumber energi transisi. Di sisi lain, lifting atau produksi minyak siap jual juga harus terus didorong naik untuk mengejar target kemandirian.

"Dengan 100 GW, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang sudah kita temukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus," tegasnya.

Target Pembangunan PLTS 100 GW

Presiden memasang target penyelesaian pembangunan PLTS 100 GW dalam kurun waktu tiga tahun. Ia bahkan mendorong jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk berupaya menyelesaikannya lebih cepat, yakni dalam dua tahun, jika memungkinkan secara teknis dan finansial.

Fase awal program ini sudah dimulai dengan pembangunan 14 proyek PLTS yang tersebar di enam provinsi. Total kapasitas proyek perdana tersebut mencapai 5,3 GW dan menjadi sinyal konkret dimulainya transisi energi besar-besaran di Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo belum memerinci secara spesifik kapan target bebas impor minyak dan LPG dapat tercapai. Ia juga belum mengungkap angka pasti tambahan produksi minyak dan LPG domestik yang dibutuhkan untuk menutup seluruh kebutuhan nasional.

Meski begitu, komitmen ini menunjukkan arah kebijakan energi pemerintah yang semakin agresif. Keberhasilan program PLTS 100 GW akan menjadi penentu utama apakah Indonesia mampu mewujudkan target ambisius tersebut dan melepaskan diri dari fluktuasi harga energi global.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks